Larangan Kantong Plastik
Pimpinan DPRD DKI Minta Anies Gencarkan Pemakaian Kantong Berbahan Singkong
Pimpinan DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menggencarkan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan (KBRL) berbahan singkong.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Justru dengan adanya KBRL berbahan singkong, akan meningkatkan produksi dan pendapatan para petani singkong di Indonesia.
“Singkong juga bukan bahan pangan utama Indonesia jadi cukup aman sebagai salah satu alternatif.
"Apalagi pati (tepung) singkongnya diambil dari petani-petani singkong Indonesia jadi ada dampak positif untuk mereka,” jelasnya.
Meski demikian, Taufik mendukung keputusan Anies yang melarang penggunaan kantong plastik di minimarket, mal hingga pasar tradisional.
Soalnya dibutuhkan waktu antara 500 sampai 1.000 tahun agar kantong plastik itu terurai dengan sendirinya.
“Jadi implementasi Pergub Nomor 142 tahun 2019, sebaiknya mengakomodasi solusi-solusi inovatif juga, yang penting semuanya berubah ke arah go green (mendukung lingkungan).
"Mulai dari perilaku, cara pakai kantong harus pakai ulang, sampai material-material inovatif yang ada, dan yang penting bukan dari konvensional plastik,” ungkapnya.
Pemprov DKI Jakarta telah memberlakukan penggunaan KBRL di pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat mulai tanggal 1 Juli 2020 lalu.
Para pengelola itu juga harus melarang kantong belanja plastik sekali pakai di kalangan pelaku usaha atau tenant.
Karenanya, pengelola wajib memberitahukan aturan itu kepada seluruh pelaku usaha di pusat perbelanjaan atau pasar rakyat yang dikelolanya.
“Pelaku usaha atau tenant harus menyediakan kantong belanja ramah lingkungan secara tidak gratis,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih berdasarkan keterangan yang diterima pada Rabu (10/6/2020).
Penerapan kantong belanja ramah lingkungan berbayar dilakukan supaya masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik.
Mereka dapat beralih ke kantong ramah lingkungan seperti berbahan kertas, kain atau sebagainya yang dapat digunakan berulang kali atau dapat terurai.
Berdasarkan penelitiannya beberapa waktu lalu, komposisi sampah plastik di Jakarta sekitar 14 persen dari 7.000 ton sampah yang dihasilkan setiap hari.
Melalui Pergub itu, Andono yakin sampah plastik dari kantong kresek akan berkurang. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mini-market-menyediakan-kan.jpg)