Larangan Kantong Plastik
Pimpinan DPRD DKI Minta Anies Gencarkan Pemakaian Kantong Berbahan Singkong
Pimpinan DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menggencarkan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan (KBRL) berbahan singkong.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pimpinan DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menggencarkan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan (KBRL) berbahan singkong.
Legislator DKI memandang, kantong berbahan singkong sangat ramah lingkungan karena berasal dari umbi-umbian.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, bila perlu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memasukan KBRL berbahan singkong ke dalam aturan yang dikeluarkannya.
Aturan yang dimaksud Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 42 tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan KBR yang telah resmi diberlakukan sejak 1 Juli 2020 lalu.
“Kalau ada juga material-material baru seperti yang saya lihat dari singkong.
"Yah itu semakin bagus karena konsumsi tidak akan terkonsentrasi pada berbahan kertas atau polypropylene plastik saja,” kata Taufik berdasarkan keterangan yang diterima pada Kamis (13/8/2020).
Taufik mengatakan, selain ramah lingkungan, kantong belanja berbahan singkong juga tahan terhadap air. Beda halnya dengan kantong berbahan ranting, daun, dan anyaman yang tidak mampu menahan barang bawaan yang basah.
“Kalau kantong cepat rusak tentu pemakaiannya terbatas dan tidak bisa terulang.
"Kemudian kendala lain adalah jumlah bahan dasarnya pun terbatas dan cara produksinya yang manual,” ujar Taufik.
Menurutnya, penggunaan KBRL berbahan singkong harus segera disosialisasikan pemerintah daerah.
Sebab sejumlah pedagang di mal atau toko di Jakarta, mereka menjual kantong belanja berbahan kain spunbond.
Padahal kain itu merupakan bagian dari senyawa polypropylene (plastik konvensional), sehingga masih mengandung mikroplastik.
Selain itu, kain spunbond adalah bahan yang sama untuk pembuatan masker sebagai alat pelindung diri (APD) dari ancaman virus atau udara kotor.
“Kalau ada kompetisi dan keterbatasan bahan mentah, nanti ujung-ujungnya akan memperbanyak impor bahan spunbond. Dampaknya, masker dan APD tambah mahal karena bahan polypropylene banyak dijadikan kantong belanja,“ jelas Taufik.
Di sisi lain, kata dia, menjadikan singkong sebagai bahan utama KBRL tidak akan mengurangi pasokan, karena bukan menjadi pangan utama bagi warga Pulau Jawa terutama warga Jakarta.