Breaking News:

Ledakan di Beirut

Ledakan di Beirut: Bencana Itu Sudah Dikhawatirkan Sejak Enam Tahun Lalu

banyak orang Lebanon menuding akar masalahnya bersumber pada salah kelola negara yang sudah akut.

Penulis: | Editor: Bambang Putranto
Reuters/Aljazeera.com
Orang berlarian menjauh dari ledakan di Beirut, Selasa, 4 Agustus 2020 

Wartakotalive, Jakarta - Para pejabat di Lebanon sejak enam tahun lalu sudah mengendus bahaya amonium nitrat yang disimpan di gudang pelabuhan Beirut, yang menjadi pemicu ledakan dahsyat Selasa kemarin.

Namun, peringatan demi peringatan dari satu pejabat ke pejabat lainnya tak juga membuat zat kimia sebanyak 2.750 ton itu berpindah tempat.

Akhirnya, bahaya yang dikhawatirkan itu terjadi, dalam rupa ledakan maha dahsyat yang suaranya terdengar sampai 200 km.

Puluhan ribu bangunan termasuk rumah tinggal mengalami rusak parah, sehingga diperkirakan sekitar 250.000 orang terpaksa mengungsi.

Lebih dari 100 orang sudah terdata tewas, dan sekitar 4.000 orang mengalami luka-luka.

Seandainya peringatan yang sudah disuarakan sejak beberapa tahun lalu itu diindahkan, bencana itu tak akan terjadi.

Begini kisah peringatan itu, yang ditulis aljazeera.com, Rabu, 5 Agustus 2020.

Zat kimia amonium nitrat sebanyak 2.750 ton itu tiba di Pelabuhan Beirut  pada September 2013.

Amonium nitrat jadi biang ledakan dahsyat di Beirut Lebanon
Amonium nitrat jadi biang ledakan dahsyat di Beirut Lebanon (Reuters/Aljazeera.com)

Barang itu diangkut oleh kapal Rusia berbendera Moldova, Rhosus.

Berdasarkan informasi dari situs pendata lalulintas kapal laut, Fleetmon, kapal itu sedang dalam perjalanan dari Georgia (dekat Rusia) ke Mozambik di Afrika.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved