Kasus Narkoba
Korban PHK, Kurir Ganja Dodol Mengaku Terpaksa Jual Narkoba
Pelaku kurir ganja dodol berinisial AH mengaku mulai menjual ganja sejak Pandemi Covid-19 . AH mengaku sebagai korban PHK Pandemi Covid-19.
Penulis: Desy Selviany |
Modus paket ganja dodol itu berhasil diungkap oleh Kanit III Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Fiernando Andriansyah, Selasa (21/7/2020).
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, ada tujuh tersangka yang berhasil dibekuk oleh pihaknya di lima lokasi berbeda.
"Jadi 75 kilogram (kg) ini tersebar di lima wilayah yaitu 8 kg di Kembangan Jakarta Barat, 8 kg di Bekasi, Jawa Barat , 7 Kg di Subang, Jawa Barat, 7 kg di Sidoardjo, Jawa Timur, dan 45 Kg di Denpasar, Bali," kata Ronaldo dikonfirmasi Rabu (5/8/2020).
Ronaldo menjelaskan, jumlah tangkapan yang paling banyak berada di Denpasar Bali disalah satu hotel.
Tersangka berinisial A berhasil ditangkap oleh tim yang dipimpin Kanit III Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Fiernando Andriansyah.
"Ganja puluhan kilogram ini merupakan jaringan Sumatera. Jadi kami melalui control delivery yang diikuti dari Jakarta Barat ke lima wilayah tadi," tegas dia.
Sementara itu, AKP Fiernando mengatakan, tersangka AH telah tiga kali menerima paket dodol berisikan ganja dengan jumlah berat bervariasi mulai dari 20 Kg, 40 Kg hingga terakhir 45 Kg.
"Kami masih terus kembangkan untuk tangkap bandarnya," tutup dia. (m24)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pelaku-kurir-ganja-dodol-ditangkap050820201.jpg)