Hukum

Kasus Putra Siregar Dilimpah ke Pengadilan, Sidang Ponsel Ilegal Digelar Senin 10 Agustus 2020

Berkas kasus yang menjerat Putra Siregar atas dugaan pelanggaran kepabeanan telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Putra Siregar disela pemberian Rekor MURI di Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Berkas kasus yang menjerat Putra Siregar atas dugaan pelanggaran kepabeanan telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Kasie Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Ady Wira Bhakti mengatakan bahwa pelimpahan kasus itu Kamis (30/7/2020) dan perkaranya akan mulai disidangkan Senin (10/8/2020).

"(Berkas) sudah dilimpahkan ke pengadilan hari Kamis kemarin. Kalau enggak salah sidangnya hari Senin pekan depan," ucap Ady saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2020).

Sebelum berkas perkara dilimpahkan, Ady menjelaskan bahwa Putra Siregar berstatus sebagai tahanan kota.

Penjualan Handphone di PS Store Anjlok Usai Putra Siregar Ditetapkan sebagai Tersangka

Foto Bersama Petugas Bea Cukai Viral di Medsos, Toko Ponsel Putra Siregar Mendadak Sepi Pembeli

Pelimpahan berkas tersebut juga menyebabkan status penahanannya beralih dari tahanan kejaksaan menjadi tahanan pengadilan.

"Sebelumnya jadi tahanan kota 20 hari, tapi sebelum 20 hari, kurang dari seminggu, sudah dilimpahkan ke PN. Jadi penahanan itu beralih dari tahanan jaksa ke tahanan hakim," katanya.

Sebelumnya, Putra Siregar ditangkap Bea Cukai Kanwil DKI Jakarta lantaran diduga melanggar Pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Kronologi Kasus Ponsel Ilegal PS Store Versi Putra Siregar, Bermula dari Teman Jual HP butuh Uang

Dituding Menjual Ponsel Ilegal dan Pencucian Uang, Begini Penjelasan Pemilik PS Store Putra Siregar

Bea Cukai juga telah menyerahkan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur berupa 190 ponsel bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61,3 juta.

Selain itu, aset-aset miliknya berupa uang sebesar Rp 500 juta, rumah senilan Rp 1,15 milyar dan rekening bank senilai Rp 50 juta juga disita.]

Penyitaan harta benda milik Putra Siregar itu sebagai jaminan pembayaran denda dalam rangka pemulihan keuangan negara. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Youtuber dan pengusaha elektronik Putra Siregar (27) berurusan dengan hukum terkait kasus dugaan penjualan ponsel ilegal.

Putra Siregar menegaskan bahwa kasusnya dengan Bea Cukai terjadi ketika awal dirinya merintis karier sebagai pengusaha di Jakarta tahun 2017.

Berkas Kasus Penjualan Ponsel Ilegal di Kejaksaan, Putra Siregar Siap Jalani Proses Hukum Berikutnya

Raih 2 Rekor MURI, Putra Siregar Sebar 404 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia dan Onta ke Palestina

"Jadi saya didatangi Bea Cukai itu bukan di pelabuhan atau bandara. Tapi di toko saya yang berukuran 2x3 meter di kawasan Condet, Jakarta Timur," kata Putra Siregar.

Dia mengatakannya ketika ditemui disela acara pemberian rekor MURI kurban, di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved