Breaking News:

Viral Medsos

Bikin Gaduh di Masyarakat, Anji dan Hadi Pranoto Dilaporkan ke Polisi, Kemenristek Ragukan Hadi

Kasus klaim penemuan herbal yang bisa sembuhkan Covid-19 terus bergulir. Terbaru, penemu Herbal Hadi Pranoto dan Anji dilaporkan ke polisi

Istagram Anji
Prof Hadi Pranoto bersama Anji. Keduanya dilaporkan ke polisi karena dianggap bikin gaduh atau polemik di masyakarat terkait penemuan herbal sembuhkan covid-19 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kasus klaim penemuan herbal yang bisa sembuhkan Covid-19 terus bergulir.

Terbaru, penemu Herbal Hadi Pranoto dan penyanyi Erdian Aji Prihartanto atau yang biasa dikenal Anji dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Cyber Indonesia berkait konten YouTube-nya.

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid menegaskan juga melaporkan Hadi Pranoto yang disebut sebagai profesor atau ahli mikrobiologi di dalam konten YouTube milik Anji.

Hadi Pranoto mengklaim menemukan obat Covid-19 yang dihargai Rp 150.000 per botol yang telah ampuh sembuhkan ribuan pasien positif corona.
Hadi Pranoto mengklaim menemukan obat Covid-19 yang dihargai Rp 150.000 per botol yang telah ampuh sembuhkan ribuan pasien positif corona. (Kolase Tribun-Timur.com)

Diketahui, video berjudul "Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!!" di kanal YouTube dunia MANJI yang kini sudah dihapus pihak YouTube itu sempat menuai kontroversi.

Sejumlah Pasal Ini Bisa Menjerat Jaksa Pinangki, MAKI Minta Bareskrim Polri Periksa Pinangki

Persela Lamongan Buka Seleksi Kiper Setelah Ditinggal Alfonsius Kelvan yang Memilih Geluti Bisnis

"Iya (sudah dilaporkan sore tadi)," kata Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid kepada Kompas.com melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (3/8/2020).

Dihubungi wartawan secara terpisah, Muannas mengatakan, akibat konten YouTube Anji tersebut, terjadi polemik di masyarakat.

Dengan begitu, Muannas menegaskan Anji harus membuktikan tentang opini publik yang berkembang di masyarakat tersebut dengan melaporkannya ke jalur hukum.

"Kalau dia enggak bisa membuktikan, maka dianggap penyebar berita bohong," kata Muannas kepada wartawan.

"Kami khawatir saja kalau enggak dilaporkan, ini dianggap bukan persoalan besar dan tidak ditindaklanjuti," tegas Muannas.

Jelang Liga Champions Barcelona Vs Napoli, Barca Dapat Amunisi Tambahan

Adapun, nomor laporan tersebut yakni LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanda tanggal 3 Agustus 2020.

Halaman
123
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved