Breaking News:

Virus Corona

Belajar dari Sejarah Seabad Lalu Pandemi Juga Landa Nusantara

Pandemi Flu Spanyol yang telah melanda bumi Nusantara pada tahun 1919 bisa menjadi pelajaran baik tangani pandemi Covid-19.

Ann Ronan Picture Library/Photo12 via AFP
Anggota Palang Merah St Louis, Missouri, Amerika Serikat membawa tandu dari ambulans saat epidemi Flu Spanyol tahun 1918. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejarawan Universitas Indonesia Dr. Tri Wahyuning M. Irsyam, MSi mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia dan sebagian besar negara di dunia tak jauh berbeda dengan Flu Spanyol pada 1918 silam.

Pemerintah Hindia Belanda atau Indonesia pada saat itu juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan, meliputi memakai masker, tinggal di rumah dan menjaga kebersihan, layaknya apa yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penanganan pandemi Covid-19 saat ini.

Sejarawan Universitas Indonesia Dr. Tri Wahyuning M. Irsyam, MSi
Sejarawan Universitas Indonesia Dr. Tri Wahyuning M. Irsyam, MSi (Dok BNPB)

Dalam menyampaikan himbauan itu, Pemerintah Hindia Belanda melakukannya melalui berbagai upaya seperti melalui kampanye mobil kesehatan.

Menurut Tri, hal tersebut lebih efektif dilakukan mengingat masih banyak keterbatasan pada saat itu.

“Secara rutin itu, berkeliling kota dan dia seolah-olah mengingatkan, bahwa, apa ini adalah penyakit yang sifatnya mematikan, jadi lebih baik kalau tidak perlu tinggal di rumah, tetap memakai masker, karena itu, dan juga terjagalah kebersihan. Itu yang disampaikan terus dan terus dan terus,” jelas Tri di Media Center Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2020).

Mobil Dinas Kesehatan Rakyat berkeliling melakukan propaganda mengenai masalah kesehatan dan penyembuhan penyakit.
Mobil Dinas Kesehatan Rakyat berkeliling melakukan propaganda mengenai masalah kesehatan dan penyembuhan penyakit. (Buku Sumbr buku Yang Terlupakan Sejarah Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda)

Dalam buku berjudul Yang Terlupakan Sejarah Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda, tampak mobil Dinas Kesehatan Rakyat untuk melakukan penerangan atau propaganda mengenai masalah kesehatan dan penyembuhan penyakit.

Mobil ini diduga telah ada dan berfungsi sejak tahun 1920-an awal mengingat kendaraan-kendaraan dinas untuk pemerintah kolonial baru banyak dilakukan pada awal tahun 1920.

Tugas personel yang ditempatkan pada kendaraan ini adalah mengunjungi pusat-pusat permukiman dan keramaian masyarakat untuk kemudian melakukan penyiaran dengan pengeras suara.

Presiden Ingin Pandemi Covid-19 Menjadi Momentum Transformasi Digital

Cegah Covid-19, PMI Jakarta Barat Serahkan Bantuan Puluhan Wastafel Portabel

Isi penyiaran itu adalah informasi tentang pencegahan penyakit dan penanggulangan terhadap gejala awal penyakit yang melanda penduduk.

Pengunaan dan berfungsinya kendaraan ini berada di bawah tanggungjawab kepala Kantor Dinas Kesehatan Rakyat di Batavia (Hoofdkantoor van het Volksgezondheid Dienst).

Selain melalui kampanye tersebut, Pemerintah Hindia Belanda juga menerbitkan buku literasi berjudul “Lelara Influenza” (Penyakit Influenza), yang kemudian dialihbahasakan ke dalam cerita pewayangan oleh campur tangan dalang.

Sejarawan Publik Kresno Brahmantyo
Sejarawan Publik Kresno Brahmantyo (Dok BNPB)
Halaman
1234
Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved