Berita Jakarta
Pakar Psikologi Forensik Menduga Ada Kelainan Seksual dalam Diri Oknum Mahasiswa
Jagat maya dihebohkan oleh ulah yang diduga dilakukan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Surabaya, Jawa Timur.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
"Dengan kata lain, dia bisa menikmati sensasi seksual, hanya dengan cara atau objek yang tidak lazim itu," ucapnya lagi.
Terkait penilaian virtual sexual harrassment yang dilakukan Gilang dalam kejadian itu, menurut Reza, hal itu bisa ditilik dari sejumlah teori yang bisa diacu atau dijadikan dasar.
"Salah satunya, dan mungkin relevan dengan fetish yang satu ini adalah perasaan inferior atau rendah diri pelaku," kata Reza.
• Pelaku Fetish Kain Jarik Dikenal Nyeleneh, Pernah Diarak Warga karena Asusila, Diduga Biseksual
• Istilah Fetish Jadi Perbincangan Masyarakat, Apa Arti Fetish Sebenarnya? Simak Penjelasan Lengkapnya
"Pelaku tak percaya diri akan maskulinitasnya, merasa takut, dan serbaneka perasaan inferior lainnya. "
"Juga dengan bentuk fetish yang menjadi obsesinya. Dengan demikian dapat dipahami, itu sebagai bentuk kompensasi atas kelemahan-kelemahannya," kata Reza.
Reza menduga, oknum mahasiswa itu mengalami masalah orientasi seksual atau menjadi homoseksual.
"Jika oknum mahasiswa tersebut memang menyasar target berjenis kelamin sama, maka boleh jadi ada masalah orientasi seksual atau homoseksual. Ini juga tidak bisa diabaikan begitu saja," katanya.
• Nama Gilang Trending Topik di Twitter, Disebut Predator Seksual Fetish ke Pria Terbungkus Kain Jarik
Menurut dia, polisi seharusnya menyelidiki kasus tersebut.
"Polisi patut menginvestigasinya. Sebab ini bukan semata-mata tentang orang dengan kondisi psikis yang tidak wajar."
"Tapi boleh jadi, sudah mengandung unsur pidana. Sebab ada unsur pelecehan seksual berbasis daring atau virtual sexual harrassment," kata Reza.
Selain itu, menurut Reza, pelaku juga pantas disebut predator.
"Predator itu sebatas sebutan populer. Bisa saja pakai penamaan semacam itu karena dia dianggap telah memangsa orang lain secara seksual," kata Reza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160219pakar-psikologi-forensik-saipul-jamil-bukan-pedofilia-murni_20160219_161823.jpg)