Berita Jakarta
Pakar Psikologi Forensik Menduga Ada Kelainan Seksual dalam Diri Oknum Mahasiswa
Jagat maya dihebohkan oleh ulah yang diduga dilakukan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Surabaya, Jawa Timur.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Jagat maya dihebohkan oleh ulah yang diduga dilakukan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Surabaya, Jawa Timur.
Dia menjadi perhatian karena diduga telah melakukan pelecehan seksual.
Mahasiswa itu dinilai memiliki kelainan seksual terhadap benda mati.
Pria tersebut meminta korbannya membungkus diri menggunakan kain kain batik hingga menutupi seluruh tubuh korban.
Dalam melakukan aksinya, dia menghubungi para korban yang mayoritas mahasiswa tingkat awal melalui media sosial.
• Psikolog Kasandra Katakan Penyimpangan Seksual Gilang Tidak Bisa Disebut Fetish
• Fetish Kain Jarik Gilang Bungkus Berkategori Gangguan Kejiwaan, Ini Fakta 10 Jenis Fetish di Dunia
Berkedok sedang melakukan penelitian ilmiah, dia meminta korban untuk membungkus seluruh tubuhnya menggunakan jarik atau kain.
Sebelum membungkus korban memakai kain, korban juga mengikat kaki, tangan, mata, serta telinga korban, menggunakan lakban.
Semua proses tersebut didokumentasikan lewat foto serta video. Dokumentasi itu kemudian diminta dikirim ke mahasiswa tersebut dengan dalih laporan penelitian.
Jika korban menolak permintaannya, pelaku mengancam dan memaksa korban.
• Kasus Gilang Bungkus, Kain Jarik Jadi Objek Fetish, Dikenal Gay, Tanggapan Kampus Hingga Arti Fetish
• Pelecehan Seksual Berkedok Riset, Kain Jarik Jadi Objek Fetish, Ini Sosok Predator dan Arti Fetish
Terkait aksi tersebut, pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel menilai, ada kondisi psikis tidak wajar dialami terduga pelaku.
Menurut Reza, ada tiga persoalan yang terjadi dalam diri mahasiswa tersebut atas aksi yang dilakukannya terhadap para korban.
"Ada tiga persoalan dalam satu kejadian. Jadi jaga diri, jaga anak-anak," kata Reza kepada Wartakotalive.com, Sabtu (1/8/2020).
Tiga persoalan dalam diri pelaku atau dalam satu kejadian itu, kata Reza, fethisistic disorder, homosexual atau gay, serta virtual sexual harrassment.
• Sosok Predator Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mahasiswa Semester 10, Gay, Pernah Diarak Warga
• Mahasiswa Unair Gilang Aprilian Nugraha Dicari Pihak Kampus Kasus Fetish Jarik Berkedok Riset.
"Fetish sangat banyak ragamnya. Inti fetish adalah bagaimana seseorang bisa mengalami keterangsangan seksual atau kesenangan dengan objek-objek yang tidak lazim," kata Reza.
"Akan menjadi gangguan atau fetishistic disorder, ketika obsesi semacam itu menghilangkan kemampuan yang bersangkutan untuk terangsang dengan cara atau objek yang wajar," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160219pakar-psikologi-forensik-saipul-jamil-bukan-pedofilia-murni_20160219_161823.jpg)