Properti

Terpukul Pandemi Covid-19, Sektor Properti Butuh Perhatian Pemerintah Agar Cepat Pulih

Bertajuk 'Indonesia in Transition-Transformation of the Property Sector Post-Pandemic and Projections for 2021', acara ini dihadiri eksekutif properti

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Para pembicara dalam acara CEO & Leader Forum Webinar 2020, Rabu (29/7/2020), yang bertajuk 'Indonesia in Transition - Transformation of the Property Sector Post-Pandemic and Projections for 2021'. 

"Tidak ada yang bisa memprediksi kapan hal ini akan berakhir. Itulah sebabnya setiap gerakan positif dari pemerintah diperlukan untuk mendorong ekonomi..."

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Guru Group, perusahaan teknologi property terkemuka di Asia, menggelar acara CEO & Leader Forum Webinar 2020 pada Rabu (29/7/2020).

Bertajuk 'Indonesia in Transition - Transformation of the Property Sector Post-Pandemic and Projections for 2021', kegiatan ini  dihadiri oleh para eksekutif di bidang properti.

Marine Novita Country Manager Rumah.com (merek lokal PropertyGuru Group) mengatakan, seminar virtual ini membahas  mengenai perkembangan tren properti di masa transisi, baik di Indonesia maupun di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

"Diskusi berfokus pada pemulihan prospek properti dan ekonomi di Indonesia dampak dari pandemi Covid-19, serta prospek pasar properti saat ini hingga jangka menengah," kata Novita, Rabu (29/7/2020).

Pameran Property Weekend Fiesta Digelar secara Online dan Offline, DPP REI Ikang Fawzi: Ini Peluang

Tren Positif, Ini Hasil Riset Properti 99 Group: Jakarta Selatan Paling Dicari, Rumah Tapak Favorit

Sektor properti terpukul

Hendro S Gondokusumo, Wakil Ketua KADIN bidang Properti, yang menjadi pembicara kunci dalam seminar ini mengatakan Covid-19 telah memukul sektor properti di Tanah Air.

"Covid-19 membuat perekonomian dunia terkontraksi sangat dalam. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan -5,2 persen pada 2020," kata Hendro.

Kondisi serupa, lanjut dia, juga terjadi di Indonesia. Pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi nasional -5,08 persen.

"Angka ini lebih rendah dari proyeksi semula yaitu -4,3 persen," imbuhnya.

Kontraksi ekonomi ini membuat para investor dan konsumen menunda membeli properti. Mereka menunggu sampai Covid-19 mereda baru memutuskan berinvestasi.

UPDATE Kasus Pencabulan Anak di Gereja Depok, Korban Ketiga Melapor di Hari Ulang Tahunnya

Lagi, Samsung Rilis Ponsel Rp 1 Jutaan, Galaxy M01 Core dengan Android Go, Selevel Galaxy A01 Core?

Hendro S Gondokusumo, Wakil Ketua KADIN Bidang Properti, saat tampil sebagai pembicara kunci dalam acara CEO & Leader Forum Webinar 2020, Rabu (29/7/2020).
Hendro S Gondokusumo, Wakil Ketua KADIN Bidang Properti, saat tampil sebagai pembicara kunci dalam acara CEO & Leader Forum Webinar 2020, Rabu (29/7/2020). (Wartakotalive.com/Hironimus Rama)

Regulasi

Dalam situasi pandemi ini, kata Hendro, kita perlu berani melangkah untuk perubahan.

"Tidak ada yang bisa memprediksi kapan hal ini akan berakhir. Itulah sebabnya setiap gerakan positif dari pemerintah diperlukan untuk mendorong ekonomi," paparnya.

Pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.

Pada 17-18 Juni 2020, Bank Indonesia  menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved