Berita Nasional

Prabowo Mau Beli 15 Jet Tempur Eurofighter Typhoon Bekas, Biaya Perawatannya Rp 6,5 T per Tahun

TB Hasanuddin mengungkapkan, Indonesia bakal merugi jika membeli 15 jet tempur Eurofighter Typhoon bekas pakai dari Austria.

Editor: Yaspen Martinus
eurofighter typhoon
Pesawat Tempur Eurofighter Typhoon 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP TB Hasanuddin mengungkapkan, Indonesia bakal merugi jika membeli 15 jet tempur Eurofighter Typhoon bekas pakai dari Austria.

Sebab, kata Hasanuddin, biaya perawatan 15 pesawat tempur tersebut, menurut informasi, mencapai Rp 6,5 triliun per tahun.

Ia juga mengungkapkan, salah satu alasan Austria hendak menjual 15 unit pesawat tempur tersebut, karena tingginya biaya perawatan.

Darah di Pakaian Yodi Prabowo Dianggap Cuma Sedikit, Polisi: Banyak Kok, Merembes ke Tanah

Menurut Hasanuddin, masa pakai 15 unit pesawat tempur yang dikabarkan hendak dibeli pemerintah, saat ini tersisa 13 tahun dari total 30 tahun.

"Mereka hitung kurang lebih untuk sisa 13 tahun masa pakai itu memerlukan biaya sekitar 5 miliar Euro, atau kurang lebih Rp 85 triliun untuk masa pemakaian selama 13 tahun."

"Atau kira-kira Rp 6,5 triliun per tahun," kata Hasanuddin dalam diskusi daring yang digelar Imparsial dan ICW, Senin (27/7/2020).

DAFTAR 53 Kabupaten/Kota Masuk Zona Merah Covid-19, Sepekan Sebelumnya Cuma 35

Oleh karena itu, menurut Hasanuddin, jika pemerintah membeli 15 unit pesawat tersebut, maka setiap tahun harus mengeluarkan uang Rp 6,5 triliun.

Bahkan, menurutnya hal tersebut belum termasuk biaya lainnya.

Ia menilai pemerinrah tidak akan sanggup mengeluarkan biaya perawatan yang sedemikian besar.

Kasus Positif Covid-19 Tembus Angka Psikologis, Wiku Adisasmito: Indonesia Masih Krisis

"Artinya apa? Kalau kita beli berarti TNI AU, atau TNI, atau negara harus membiayai 15 unit typhoon tiap tahun sebanyak Rp 6,5 T selama masa pakainya, sisa adalan 13 tahun."

"Ini kan hanya memindahkan masalah saja."

"Dilihat besarannya saya kira kita tidak mungkin mampu untuk memelihara ini."

DAFTAR 59 Klaster Perkantoran di Jakarta, Sumbang 375 Kasus Positif Covid-19

"Seberapa besar anggaran yang kita miliki hanya untuk 15 unit saja? Belum pelatihan, belum kebutuhan lain."

"Itu yang harus dapat perhatian kita semua, terutama maintenance sesudah kita beli," beber Hasanuddin.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved