Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Belasan ASN Positif Virus Corona di Bekasi, Ada Aturan Jam Kerja Baru di Masa Adaptasi Tatanan Baru

Pada masa Adaptasi Tatanan Baru (ATB), belasan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) terpapar virus corona atau Covid-19.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Rabu (15/7/2020). 

"Penularannya kaan itu, ini diduga yang di inspektorat itu diduga istrinya pulang dari Makassar, terus ada yang dari Surabaya"

"terus ada yang pertemuan-pertemuan. Staf ahli pemerintahan itu kan juga dari lingkungan kemarin deket-deket itu, dengan pak inspektur, dengan pak Tapem," beber dia.

Punya Penyakit Gula

Satu dari lima aparatur sipil negara (ASN) Kota Bekasi yang terpapar corona atau Covid-19 di tengah adaptasi new normal, dikhawatirkan kondisinya.

Dia Kepala Inspektorat Kota Bekasi karena memiliki penyakit penyerta yakni gula.

“Kalau Pak Ipko (Inspektorat Kota--red) kan yang kita khawatirkan dia ada gula. Kalau yang engga ada gula masuk OTG juga,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi, Rabu (15/7/2020).

Sementara empat ASN lainnya dalam kondisi relatif baik dan dapat tertangani.

Bang Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi, menjelaskan kelima orang itu terdiri dari Kepala Inspektorat Kota Bekasi, Inspektur Pembantu (Irban) II, Staf Ahli Pemerintah, dan dua orang dari UPTD Kecamatan Mustikajaya.

“Ada lima, Inspektur, staf ahli pemerintahan, Irban II (inspektur pembantu) sodara Sophi, UPTD Mustikaja ada 2,” jelas Rahmat.

Pemkot Bekasi juga telah melakukan tracing ke sejumlah orang yang kontak langsung dengan kelima orang positif Covid-19.

Kelima ASN itu juga tengah dalam perawatan di RSUD Kota Bekasi, kondisinya juga dalam keadaan baik.

“Dirawat sekarang, (kondisi) baik itu tiap jam 11 lagi jogging-jogging di lantai atas RSUD,” beber dia.

Hasil tracking ke pegawai maupun keluarga negatif. Artinya tidak ada penambahan kasus lainnya dari kelima orang yang terpapar corona tersebut.

Sudah membaik

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, kepada awak media pada Rabu (15/7), menerangkan dari lima ASN itu sudah ada satu orang yang negatif hasil pemeriksaan.

Besok juga akan dilakukan pemeriksaan kembali untuk memastikan statusnya.

“Mungkin besok ada pemeriksaan lagi, dua kali negatif pokoknya, jadi diperiksa terus,” ucapnya.

Ia menuturkan kondisi kelima ASN dalam keadaan baik, genjala umumnya sudah tidak ada seperti batuk, demam, flu, maupun sesak.

Jika hasil dua kali tes swab negatif, maka bisa saja dipulangkan dan dilakukan isolasi mandiri.

“Nanti isolasi mandiri, diharapkan dua kali negatif,” jelas dia.

Klaster Keluarga

Angka positif covid-19 di Kota Bekasi mengalami peningkatkan.

Sebelumnya, satu bulan lebih angka kasus positif Covid-19 tak pernah melebihi angka 20. Kali ini, angka positif corona mencapai 25 orang.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan bahwa penambahan kasus positif corona terjadi pada klaster keluarga atau lingkungan keluarga.

Penambahan terjadi bukan dari area umum, atau tempat masyarakat berkegiatan.

“Terus terang ada peningkatan (positif corona), dari klaster keluarga. Nah kalau dirujuk ada yang dia kerjanya di Jakarta nakes (tenaga kesehatan), ada yang pulang dari daerah timur,” kata Rahmat, di Bekasi pada Rabu (15/7).

Pepen sapaan karibnya menuturkan hasil pendataan ada sebanyak 46 klaster keluarga sehingga membuat angka penambahan kasus positif corona di Kota Bekasi tinggi.

Meski ada peningkatan, Pepen mengklaim tidak sebanyak wilayah DKI Jakarta maupun daerah lainnya.

(MAZ/Wartakotalive.com)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved