Jalur Sepeda

BERITA VIDEO: Kisah Iwan Sunter, Kuli Pasar Jakarta yang Bersepeda di Himalaya (1)

Kisah Kuli Pasar Jakarta Bersepeda di Pegunungan Himalaya (1).Simak selengkapnya dalam berita ini.

Dok pribadi Iwan Sunter
Iwan Sunter, kuli pasar yang sukses bersepeda di pegunungan himalaya 

Dari titik itu Iwan melanjutkan perjalanan seorang diri menunggang sepeda gunung bersuspensi depan (hardtail). Sepeda itu dipasangi rak belakang untuk mengikat ransel berisi barang bawaan seberat 15kilogram.

Sementara itu,berikut ini adalah kisah perjalanannya yang pernah ditulis harian ini.

Selain persiapan fisik, Iwan menabung dan menggalang dana dari sejumlah donatur, termasuk produsen perlengkapan outdoor yang membantu menyediakan perlengkapan untuk pendakian gunung salju.

Menurut Iwan, perjalanan itu sangat menguji mental karena dengan berbagai keterbatasan yang ada, ia seperti tertantang untuk tetap berangkat.

Iwan ingin bersepeda ke kawasan Everest Base Camp (5.300m). Namun rencana itu ia urungkan karena tidak diizinkan bersepeda di kawasan itu.

Ia lalu melirik kawasan barat Nepal dimana terdapat jajaran Gunung Annapurna (8.091m) yang masih satu rangkaian dengan Pegunungan Himalaya.

Di kawasan itu terbentang Annapurna Circuit, jalur pendakian melingkar menuju sejumlah puncak di kawasan Gunung Annapurna.

Pada jalur itu terdapat celah gunung Thorong La (La dalam bahasa Tibet artinya celah gunung/pass) yang menjadi titik tertinggi yang bisa digapai dengan bersepeda dan secara rutin digunakan sebagai ajang lomba bersepeda gunung kelas dunia.

Maka sasaran bersepeda diarahkan untuk mencapai puncak Thorong La itu dari arah timur ke barat.

Iwan berangkat dari Jakarta ke Kathmandu pada 14 April 2018 dan menjelajahi kawasan sebelah barat Nepal sampai ke Pokhara.
Dari sana Iwan mencari jalan untuk bisa bersepeda di Annapurna Circuit.

"Untuk bisa masuk ke kawasan itu ada dua izin dengan biaya 2.000 dan 2.300 rupee. Karena sudah diniatkan dari Jakarta, semua sudah saya perhitungkan, dana cukup. Jadi begitu dapat izin, langsung bergerak ke arah timur dari Pokhara," tuturnya.

Dengan sepeda gunung bersuspensi depan dan perlengkapan yang disimpan dalam ransel, Iwan bergerak ke Besisahar (760m), desa terakhir sebelum mendaki ke Thorong La.

Ia memulai perjalanan bersepeda mendaki jalur berbatu dan berpasir sampai ke Thorong Pedi.

Ransel seberat 15 kilogram diikatkan di rak belakang sepeda.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved