Keuangan

Ini Solusi Finansial bagi Sandwich Generation

Ini Solusi Finansial Bagi Sandwich Generation. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Sequis Life
President Director and CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life, Tatang Widjaja 

"Setelah itu, sisihkan dana untuk asuransi karena asuransi adalah pelindung dari risiko hidup yang bisa mengganggu keuangan masa depan serta sisihkan juga sejumlah dana untuk investasi jangka panjang" kata dja.

Jika ada kelebihan dana menurut Yan, maka Anda bisa mengalokasikannya pada pos yang sifatnya sekunder dan tersier, misalnya hiburan, belanja, nonton, beli baju baru, rekreasi, tetapi tetap dengan perhitungan matang dan bijaksana, dan hindari pemborosan.

"Jika memiliki cicilan kartu kredit maka wajib dibayar sesuai besaran tagihan bukan pembayaran minimum karena jika menunda pembayaran cicilan dapat membuat tagihan bulan berikutnya menjadi lebih besar karena adanya tagihan berjalan dan sisa cicilan tagihan bulan lalu beserta bunganya," kata Yan.

Kemendagri Minta Daerah Selesaikan dan Percepat Transfer Dana Pilkada ke KPU dan Bawaslu

Mengenai belanja rumah tangga, Yan menyarankan untuk menerapkan prinsip wise spender.
Mengingat kebutuhan keluarga juga harus dipenuhi, tetapi harga barang cenderung naik sedangkan pendapatan tetap maka agar pengeluaran tidak membengkak, Anda bisa memanfaatkan beberapa hal.

Diantaranya diskon atau cashback,belanja di tempat yang tidak jauh dari rumah untuk menghemat biaya transportasi, sebelum berbelanja sebaiknya catat apa yang dibutuhkan sehingga saat belanja bisa fokus pada catatan.

"Sebaiknya tidak mengajak anak belanja agar tidak menambah pengeluaran. Ingatlah, dana belanja tidak harus habis saat itu juga,” katanya.

Sandwich generation yang dihadapkan pada kewajiban menghidupi keluarga dan orang tua tidak saja harus memastikan kebutuhan hidup mereka terpenuhi, tetapi juga memastikan mereka terlindungi dari berbagai risiko kehidupan terutama kebutuhan kesehatan.

Oknum PNS Kelurahan Kreo Selatan Kota Tangerang yang Menipu Mahasiswi Cantik Terancam Dipecat

Menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan gizi, cukup beristirahat, berolahraga teratur, menghindari stres, dan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi sakit tetaplah menjadi risiko yang datangnya tidak kita ketahui dan semakin tua usia orang tua maka risiko sakit akan semakin besar.

Jika menderita sakit yang tergolong berat maka dapat mengguncang keuangan keluarga bahkan dapat membuat jatuh miskin. Kenyataan tersebut tentunya perlu dicarikan solusinya.

"Satu-satunya cara untuk menanggulangi risiko tersebut adalah dengan memiliki asuransi jiwa dan kesehatan karena dalam asuransi jiwa ada Uang Pertanggungan bagi ahli waris dan dengan memiliki asuransi kesehatan maka biaya pengobatan akan ditanggung perusahaan asuransi sesuai perjanjian dalam buku polis," kata Yan.

Siapa yang harus dilindungi terlebih dahulu? Tentunya Anda sebagai tulang punggung keluarga haruslah memiliki asuransi jiwa karena jika terjadi risiko kehidupan, seperti kecelakaan, sakit atau meninggal dunia maka mereka yang menjadi tanggungan Anda masih dapat tetap melanjutkan hidup karena ada sejumlah uang yang berasal dari Uang Pertanggungan (UP) polis Anda.

Sedangkan asuransi kesehatan sebaiknya dimiliki oleh semua anggota keluarga. "Memiliki BPJS sebagai fasilitas kesehatan dasar untuk keluarga tentu akan meringankan beban keluarga, tetapi sayangnya tidak semua biaya pengobatan menjadi tanggungan BPJS terutama jika menderita sakit parah sehingga perlu memiliki asuransi kesehatan tambahan agar keuangan keluarga tidak tergerus,” ujar Yan.

Gemari Bola Voli Sejak Kecil, Impian Dr Anita Suryani jadi Kenyataan di Asian Games

Sequis kata Yan memiliki sejumlah produk asuransi kesehatan yang dapat dimanfaatkan keluarga Indonesia.

Jika memiliki pendapatan terbatas pun masih tetap dapat memenuhi kebutuhan asuransi kesehatan keluarga karena Sequis menyediakan asuransi dengan premi terjangkau.

"Tersedia MiPROTECTION dari MiPOWER by Sequis yang preminya sangat terjangkau, mulai dari Rp380 ribuan, tetapi sudah memberikan manfaat
6-in-1 yaitu, perlindungan kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap total, biaya kamar harian rumah sakit, dan biaya konsultasi untuk penyakit gangguan mental serta Uang Pertanggungan (UP) meninggal dunia," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved