Keuangan
Ini Solusi Finansial bagi Sandwich Generation
Ini Solusi Finansial Bagi Sandwich Generation. Simak selengkapnya di dalam berita ini.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pernah dengar istilah sandwich generation? Sebutan ini diberikan kepada mereka yang harus mencukupi kebutuhan ekonomi banyak pihak dalam waktu bersamaan, yaitu kebutuhan diri sendiri, keluarga inti, dan orang tuanya.
Generasi ini banyak kita dapati di negara berkembang termasuk Indonesia yang nilai-nilai kekerabatannya sangat kuat.
Senior Manager Business Development Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo mengatakan memutuskan pola generasi sandwich tentu tidak mudah.
Jika harus terjadi, tidak perlu juga disesalkan. Hal yang harus dilakukan adalah mengelola pendapatan sebaik mungkin, bergaya hidup sederhana agar masih dapat menabung dan
berinvestasi.
• Srimaya Commercial Summarecon Bekasi Terjual 100 Persen, Seluruh Proses Penjualan Via Online
Hal lainnya adalah mengomunikasikan pada mereka batasan yang menjadi tanggungan soal pos-pos pengeluaran yang menjadi tanggungan Anda dan bersama mencari solusi cara menyiasati supaya kebutuhan dapat tetap terpenuhi secara teratur.
“Terjepit diantara dua kewajiban finansial sebagai seorang sandwich generation tentu tidak mudah, tetapi tidak dapat juga dihindari. Anda perlu mengomunikasikan batasan pertanggungan, misalnya pos-pos pengeluaran apa saja dan jumlah yang sanggup Anda penuhi," kata Yan dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Kota, Selasa (21/7/2020).
Juga katanya mengajak mereka untuk ikut bersama-sama membantu menanggung kehidupan orang tua, dan mengajak semua anggota keluarga berkomitmen untuk hidup hemat.
"Jika Anda bisa berbagi tugas menanggung biaya hidup orang tua bersama anggota keluarga lain tentunya akan meringankan tanggungan Anda," ujar Yan.
• Oknum PNS Kelurahan Kreo Selatan Kota Tangerang yang Menipu Mahasiswi Cantik Terancam Dipecat
Namun, katanya harus diingat kerja sama tersebut tetap bergantung kepada kemampuan finansial masing-masing. "Tidak perlu memaksakan kontribusi kakak atau adik apabila kondisi keuangan mereka juga sedang sulit,” ujar Yan.
Komunikasi mengenai finansial sangat penting karena jika tidak terbuka bisa melahirkan persoalan baru.
"Misalnya Anda menjadi stres karena harus memikirkan sendiri persoalan keuangan dan bagi pihak lain yang mengharapkan bantuan Anda bisa merasa tidak enak, tetapi tidak memiliki kesanggupan untuk memenuhi kebutuhannya," kata Yan.
Selain itu, katanya jika tidak dikomunikasikan bisa membuat kita berutang karena memaksakan diri menanggung biaya kehidupan orang laiin lebih dari kemampuan finansial diri.
"Jika Anda sudah membiayai kebutuhan listrik, belanja bulanan, dan pulsa telepon maka mungkin tidak perlu membiayai pos-pos kebutuhan tersier, seperti jalan-jalan atau belanja barang yang bukan kebutuhan pokok," katanya.
• Dokter Reisa Pamit Beri Edukasi Lewat Layar Kaca, Warganet Baper Kehilangan Sosok Bersuara Lembut
Selain itu, tambahnya, jika pengeluaran Anda sedang banyak, misalnya ada pembayaran uang masuk sekolah anak maka Anda perlu memberitahukan pada mereka bahwa transferan pada bulan depan akan berkurang jumlahnya.
Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengamankan pos-pos pengeluaran utama, yaitu kebutuhan rumah tangga seperti belanja bahan makanan, biaya listrik dan air, sekolah anak, transportasi, cicilan rumah, kendaraan, dan tagihan kartu kredit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/president-director-and-ceo-pt-asuransi-jiwa-sequis-life-tatang-widjaja.jpg)