Kasus Narkotika

Polda Metro Sita 15.000 Butir Ekstasi dan 5.500 Happy Five dari Penghuni Apartemen Kalibata City

Pelaku adalah perempuan asal Medan yang tinggal dan berdomisili di Jakarta

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota? Budi Sam Law Malau
Konferensi pers ungkap narkoba oleh Kabid Humas Polda Metro jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita sebanyak 15.000 butir pik ekstasi dan 5.500 butir pil happy five dari dua lokasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada 6 Juli 2020 lalu.

Dari sana turut diamankan seorang perempuan yakni TI alias II selaku pengedar barang haram itu.

II adalah perempuan asal Medan yang tinggal dan berdomisili di Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan dari pengakuannya, II menerima barang haram itu dari HMC, yang kini masih diburu polisi.

"Tersangka II ini mengaku mendapat barang itu dari bandar diatasnya yakni HMC. HMC saat inj masuk dalam DPO kita," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/7/2020).

Pernah Berseteru hingga Saling Lapor Polisi, Begini Nabilla Aprillya Sikapi Penangkapan Hana Hanifah

Dituding Pengedar Narkoba, Tukang Parkir di Pademangan Diperas Pria Ngaku Polisi

Konferensi pers ungkap narkoba oleh Kabid Humas Polda Metro jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/7/2020).
Konferensi pers ungkap narkoba oleh Kabid Humas Polda Metro jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/7/2020). (Warta Kota? Budi Sam Law Malau)

Untuk menyimpan puluhan ribu pil ekstasi dan happy five itu, kata Yusri, II mengaku diperintahkan oleh HMC.

"Tersangka II menerima Rp 10 Juta perbulan dari HMC untuk menyimpan barang itu selama 3 bulan terakhir ini di apartemennya. Jadi selama 3 bulan, II sudah menerima Rp 30 Juta dari HMC," kata Yusri.

Menurut Yusri dari hasil penyelidikan sementara, II mengaku semua narkoba iti dikirim melalui paket kepada dirinya.

"Ia bisa mengedarkannya ke tempat hiburan di Jakarta. Namun karena selama pandemi Covid-19 ini semua tempat hiburan tutup, HMC meminta II menyimpannya dulu atau menggudangkannya sementara," kata Yusri.

Terungkap, Pengedar 18,1 Kg Sabu di Jakarta Merupakan Jaringan Narkoba Aceh

Atas perbuatannya kata Yusri, II akan dijerat dengan UU Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau seumur hidup

Polres Jakarta Barat bongkar jaringan Aceh

Dalam kasus lainnya, sejumlah pengedar narkoba yang berhasil diringkus Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat merupakan jaringan pengedar Aceh.

Para tersangka membawa narkoba dari Aceh untuk diedarkan di wilayah Jabodetabek.

Hal itu diungkapkan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (13/7/2020).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved