Novel Baswedan Diteror

Pembunuh Jaksa KPK Malaysia Divonis Mati, Novel Baswedan Cuma Bisa Miris

Novel Baswedan menyinggung keberpihakan Pemerintah Indonesia soal perlindungan terhadap aparat penegak hukum.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/6/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyinggung keberpihakan Pemerintah Indonesia soal perlindungan terhadap aparat penegak hukum.

Singgungan muncul usai Pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis mati kepada enam terdakwa kasus pembunuhan Wakil Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK Malaysia, Anthony Kevin Morais.

Novel Baswedan mengatakan, semua serangan kepada pejuang anti korupsi di Indonesia belum pernah ada yang terungkap.

Zulkifli Hasan: Terawan Menteri Kesayangan Jokowi, Tidak Mungkin Direshuflle

Ia pun kembali menyinggung soal kasus penyerangan terhadap dirinya yang prosesnya penuh keterpaksaan.

Novel Baswedan melihat banyak kejanggalan lantaran dua penyerangnya, yakni dua anggota Polri, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, hanya dituntut 1 tahun hukuman penjara.

"Saya hanya ingin menggambarkan betapa keberpihakan mengenai pemberantasan korupsi di Malaysia sangat kuat dan didukung dengan kebijakan yang jelas."

Cuma Bisa Tangkap 4 Koruptor, ICW Nilai Pemerintah Tak Perlu Hidupkan Lagi Tim Pemburu Koruptor

"Ini semua tidak kita jumpai di Indonesia. Tentunya miris atas hal itu," kata Novel Baswedan saat dihubungi, Minggu (12/7/2020).

Novel Baswedan bercerita, pada 11 Februari 2020, ia diundang ke Kuala Lumpur oleh keluarga almarhum Kevin Morais dalam suatu acara pemberian penghargaan dari Perdana International Anti-Corruption Champion Fund.

Di sana, katanya, penghargaan terhadap Kevin Morais langsung diberikan oleh Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Muhammad.

Keponakan Prabowo Siap Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Asal Dipercaya dan Diberi Ruang

"Pemberian penghargaan langsung dilakukan oleh PM Malaysia Tun Mahathir Muhammad di hadapan para pejabat utama Malaysia dan perwakilan lembaga/negara di Malaysia," ungkap Novel Baswedan.

Dikutip dari News Strait Times, enam orang yang dijatuhi vonis hukuman mati oleh Pengadilan Malaysia, Jumat (10/7/2020) adalah ahli patologi Angkatan Darat Kolonel Dr R Kunaseegaran.

Lalu, R Dinishwaran, A K Thinesh Kumar, M Vishwanath, S Nimalan, dan S Ravi Chandaran, atas perbuatan mereka terhadap Morais lima tahun lalu.

ISI Lengkap Fatwa MUI 36/2020: Kurban Tidak Dapat Diganti Uang Atau Barang

Vonis ini kemudian ditanggapi gembira oleh kakak Anthony, Richard Morais.

Menurut dia, jaksa penuntut telah melakukan pekerjaan hebat terkait kasus ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved