Breaking News:

Gawai

Waspadai Aplikasi Pra-instal dalam Ponsel, Sebabkan File Berbahaya Tak Dapat Dihapus

Risiko aplikasi yang tidak dapat dihapus bervariasi dari satu hingga 5 persen terdapat pada perangkat biaya rendah, dapat meningkat hingga 27 persen.

HO/Kaspersky
Ilustrasi malware dalam smartphone. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Berdasarkan hasil riset 14,8 persen pengguna perangkat seluler yang menjadi target malware atau adware pada 2019, menderita infeksi partisi sistem, sehingga menyebabkan file berbahaya tidak dapat dihapus, di mana aplikasi default pra-instal ada berperan di dalamnya.

Hal itu diungkap oleh Perusahaan keamanan siber Kaspersky dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (12/7/2020).

Risiko adanya malware dalam aplikasi pra-instal, menurut Kaspersky, tergantung pada merek ponsel.

Risiko aplikasi yang tidak dapat dihapus bervariasi dari satu hingga lima persen terdapat pada perangkat biaya rendah (low-end), dan dapat meningkat hingga 27 persen dalam kasus ekstrem.

"Analisis kami menunjukkan bahwa pengguna seluler tidak hanya secara signifikan diserang oleh adware dan ancaman lainnya, tetapi perangkat mereka juga mungkin berisiko bahkan sebelum sampai di tangan," ujar peneliti keamanan Kaspersky, Igor Golovin, Minggu (12/7/2020).

 Kutukan Para Pemain Serial Drama Musikal Glee, Bunuh Diri hingga Disebut Rasis

 Tsunami PHK Massal Gulung 25.000 Karyawan dari 800 Perusahaan di Banten

Infeksi partisi sistem mengandung risiko tingkat tinggi bagi pengguna perangkat yang terinfeksi, karena solusi keamanan tidak dapat mengakses direktori sistem yang berarti tidak dapat menghapus fail berbahaya.

Menurut Kaspersky, jenis infeksi ini menjadi cara lebih umum untuk menginstal adware perangkat lunak yang dibuat untuk menampilkan iklan yang mengganggu.

"Beberapa pemasok perangkat seluler berfokus pada memaksimalkan keuntungan melalui alat iklan dalam perangkat, bahkan jika alat tersebut menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemilik perangkat," kata Igor Golovin.

Infeksi dapat terjadi melalui dua jalur, yaitu ancaman memperoleh akses root pada perangkat dan menginstal adware di partisi sistem, atau melalui kode untuk menampilkan iklan masuk ke firmware perangkat bahkan sebelum berakhir di tangan konsumen.

 Terungkap, Ini Alasan PT Pembangunan Jaya Tolak Perluasan Kawasan Ancol Disebut Reklamasi

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved