Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 di Jakarta Selama PSBB Transisi Tembus 6.748 Orang

Kasus Covid-19 di Jakarta Selama PSBB Transisi Tembus 6.748 Orang. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengumumkan perpanjangan PSBB transisi di Balai Kota, Rabu (1/7). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan kasus Covid-19 di ibu kota selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Sejak PSBB transisi dimulai dari 4 Juni dan sampai hari Minggu (12/6/2020) ini, tercatat ada 6.748 kasus baru Covid-19.

“Memang (tinggi) karena kita aktif melakukan tracing, dan selama ini (ada) tambah kasusnya tapi positivity rate di bawah lima persen,” kata Anies melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Minggu (12/7/2020).

Hal itu dikatakan Anies untuk mengklarifikasi lonjakan kasus Covid-19 harian di Jakarta yang menembus 404 orang pada Minggu (12/7/2020). Kemudian, positivity rate dari pengecekan PCR saat ini mencapai 10,5 persen padahal WHO menyebut standarnya adalah lima persen.

“Artinya meskipun ditemukan (kasus baru) sebutlah 200 orang, tapi 200 orang dari 4.000 tes maka hasilnya hanya lima persen. Berbeda dengan 200 orang dari 1.000 tes, maka hasilnya persen,” ujar Anies.

Gara-gara Sistem Belajar Online, Nia Habis Lebih dari Rp 2 Juta di Awal Tahun Ajaran Baru

Menurutnya sejak 4 Juni sampai 12 Juli cluster Covid-19 terbesar adalah pasien rumah sakit. Kisarannya adalah 45,26 persen dari total kasus Covid-19 mencapai 14.361 orang saat ini.

Kemudian yang kedua adalah pasien di komunitas masyarakat sekitar 38 persen, lalu di pasar sekitar 6,8 persen. Selanjutnya dari migran Indonesia 5,8 persen dan sisanya dari perkantoran.

“Saya ingatkan kepada semua 66 persen dari yang kita temukan adalah orang tanpa gejala (OTG). Dia tidak sadar bahwa sudah terekspose (terkena Covid-19),” jelasnya.

“Kalau saja mereka tidak kami datangi untuk melakukan testing, barangkali yang bersangkutan tidak pernah merasa positif. Dia membawa virus Covid-19,” lanjut Anies.

Pusat Alat Tulis Pasar Pagi Diserbu Pembeli Walau Masih Belajar Dari Rumah

Karena itulah, kata Anies, masyarakat harus waspada terhadap penularan Covid-19. Diperlukan kesadaran diri untuk saling menjaga jarak antar pribadi masyarakat dan menghindari kerumunan.

Beda halnya bila yang positif Covid-19 mengalami gejala sakit seperti batuk, demam, dan flu sampai mereka datang ke rumah sakit. “Jadi saya ingin mengingatkan kepada semua warga Jakarta harus ekstra hati-hati, jangan anggap enteng dan jangan merasa kita sudah bebas dari Covid-19,” jelasnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved