Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Gara-gara Sistem Belajar Online, Nia Habis Lebih dari Rp 2 Juta di Awal Tahun Ajaran Baru

Di tahun ajaran baru ini, Nia, misalnya menghabiskan uang lebih dari Rp2 juta untuk anaknya yang baru memasuki kelas V SD.

Warta Kota/Desy Selviany
Orang tua murid, Nia ditemui di Pasar Pagi, Tambora, Jakarta Barat jelang tahun ajaran baru, Minggu (12/7/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, TAMBORA - Tak semua orang merasa diuntungkan dengan sistem belajar online.

Di tahun ajaran baru ini, Nia, misalnya menghabiskan uang lebih dari Rp2 juta untuk anaknya yang baru memasuki kelas V SD.

Pengeluaran terbesar dikeluarkan untuk gadget anaknya.

Pusat Alat Tulis Pasar Pagi Tambora Diserbu Pembeli Meski Tahun Ajaran Baru Masih Belajar Online

Update Virus Corona Jakarta, Anies: Kasus Hari Ini Tertinggi dan Positivity Rate Naik 2 Kali Lipat

Warga Rawabadak, Koja, Jakarta Utara itu mengaku keberatan dengan sistem belajar online yang sudah berlangsung empat bulan belakangan ini.

"Waduh berat banget ya. Kemarin saja saya habis beli satu smartphone harga Rp2 juta untuk anak saya," ujar Nia ditemui di Pasar Pagi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (12/7/2020).

Nia terpaksa membeli smartphone untuk anaknya yang masih berusia 11 tahun itu. Nia khawatir smartphonenya dan smartphone suaminya dipakai kerja saat anaknya harus mengerjakan tugas.

Bukan hanya itu, Nia juga harus menambah kuota wifi di rumahnya.

Pemkot Tangerang Siapkan 740 Video untuk Proses Belajar Mengajar

Sebelumnya perbulan, Nia hanya keluarkan Rp100 ribu untuk internet rumah.

"Tapi karena anak saya juga butuh internet jadi saya tambah satu device di wifi rumah. Jadi tambah Rp100 ribu deh perbulannya," jelas Nia.

Meski demikian, yang paling berat bagi Nia ialah mengatur anaknya untuk tidak bermain game.

Update, Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Tertinggi Hari Ini Capai 404 kasus

Sebab, semenjak belajar lewat smartphone anaknya lebih sering curi-curi untuk bermain game.

"Mau dilarang. Alasannya kan dia tidak sekolah sehingga tidak bisa bermain dengan teman-temannya," papar Nia.

Nia berharap Pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga anaknya bisa bersekolah dengan normal.

Di H-1, Nia juga tetap membeli peralatan sekolah untuk anaknya. Hal itu lantaran anaknya tetap mengerjakan tugas memakai buku tulis untuk dikirim ke gurunya.

Survei Terbaru: Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil Calon Kuat Pilpres 2024

"Jadi lengkap deh sekarang pengeluaran. Smartphone iya, kouta iya, dan peralatan tulis juga tetep," curhat Nia. (m24)

Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved