Breaking News:

Virus Corona

Update Virus Corona Jakarta, Anies: Kasus Hari Ini Tertinggi dan Positivity Rate Naik 2 Kali Lipat

Update VIrus Corona Jakarta, Anies: Kasus Covid-19 Hari Ini Tertinggi dan Positivity Rate Naik 2 Kali Lipat. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengumumkan perpanjangan PSBB transisi di Balai Kota, Rabu (1/7). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa kasus harian Covid-19 pada Minggu (12/7/2020) berada di angka tertinggi mencapai 404 orang.

Bahkan tingkat positivity rate saat ini naik dua kali lipat menjadi 10,5 persen, padahal standar Organsiasi Kesehatan Dunia (WHO) maksimal lima persen.

Melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu kemudian memberikan klarifikasi soal Covid-19 di daerahnya.

"Tadi pagi pada pukul 10.00, Dinas Kesehatan melaporkan kasus baru di Jakarta. Dalam seminggu terakhir ini, kita tiga kali mencatat rekor baru penambahan (Covid-19) harian," kata Anies pada Minggu (12/7/2020).

Pemkot Tangerang Siapkan 740 Video untuk Proses Belajar Mengajar

"Hari ini adalah yang tertinggi sejak kita menangani kasus di Jakarta, ada 404 kasus baru," lanjut Anies.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh menyepelekan kasus Covid-19 di Jakarta. Meski sebagian besar kasus terungkap, karena gencarnya upaya petugas dalam mencari kasus baru (active case finding).

Artinya petugas tidak menunggu di fasilitas kesehatan. Tapi petugas puskesmas mencari kasus itu di masyarakat, terutama bagi yang pernah kontak langsung dengan pasien Covi-19.

"Kita bukan pasif, tapi aktif melakukan tracing (melacak) dan melakukan testing (pengetesan). Dari situ yang ditemukan positif, akan diisolasi," ujar Anies.

Fakta yang ditemukan, kata dia kasus Covid-19 tetap berada di angka tinggi. Di sisi lain, DKI juga telah meningkatkan kemampuan pengetesan Covid-19.

Saat ini tes PCR atau polymerase chain reaction di Jakarta per pekan sudah mencapai tiga kali lipat dari standar yang ditetapkan WHO. Bahkan beberapa waktu lalu tingkat positivity rate (yang terkena Covid-19) dari tes PCR berkisar lima persen.

Disdik Kota Depok Sosialisasikan Pedoman Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

"Persyaratan atau yang menjadi standar WHO adalah diperlukan 1.000 testing per 1 juta penduduk, dan positivity rate atau yang ditemukan positif itu di bawah lima persen," ungkap Anies.

Sebagai contoh, kata dia, tanggal 4-10 Juni, di Jakarta telah melakukan pengetesan terhadap 21.197 orang. Dari angka itu, positivity rate dari tes PCR mencapai 4,4 persen.

Lalu tanggal 11-17 Juni ada 27.091 yang dites, kemudian tingkat positivity rate mencapai 3,1 persen. Kemudian tanggal 18-24 Juni ada 29.873 orang yang dites dan tingkat positivity rate mencapai 3,7 persen.

Kemudian 25 Juni-1 Juli ada 31.085 orang yang dites PCR dengan tingkat positivity rate mencapai 3,9 persen. Sedangkan 2-8 Juli ada 34.007 orang yang dites dengan tingkat positivity rate mencapai 4,8 persen.

"Tapi hari ini angka positivity rate itu menjadi 10,5 persen. Melonjak dua kali lipat. Ini adalah suatu peringatan bagi kita semua, bahwa kita harus waspada dan displin," ungkap Anies.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved