Breaking News:

Kesehatan

Amankah Bersepeda di Masa Pandemi dengan Pakai Masker? Berikut Ini Tips Aman dari Dokter Olahraga

Dalam masa pandemi Covid warga kembali bersepeda di jalanan, namun apakah aman sambil memakai masker?

istimewa
Komunitas bersepeda Pusat Zeni TNI-AD. 

"Saya itu 220-42 dapatnya 178. Maka 80% dari 178 adalah 142.5 dibulatkan jadi 142 detak jantung yang harus saya jaga," tutur Adhit yang sering mengikuti event bersepeda jarak jauh dan ketahanan fisik.

"Nah, kalau sekarang ini bersepeda balap jadi trend dan awalnya dari recreational cyclist tetap di ujungnya ada pencapaian yang ingin dicapai dengan aman dan nyaman. Makanya saya latihan main roadbike juga supaya nggak bohong kalau ikut event, rata-rata anak RB non atlet begitu polanya., Latihan gak bohong deh hasilnya," tuturnya. 

Adhit menyarankan sebelum bersepeda, asupan makanan paling lambat 30 menit sebelum jalan. 

Makan berat sebaiknya dilakukan 7-8 jam sebelum perjalanan dilakukan.

Otot jantung

Bersepeda tak hanya mengandalkan otot-otot dengkul semata.

Yang utama justru melatih otot-otot jantung sebagai organ pompa yang menjamin sirkulasi darah di seluruh tubuh berjalan lancar.

Mantan atlet balap sepeda Marta Mufreni menambahkan, penting bagi pemula bersepeda untuk berlatih memperkuat elastisitas otot-otot jantung dengan latihan aerobik.

Perjalanan berkelompok.
Perjalanan berkelompok. (istimewa)

Jantung adalah organ yang memompa atau menjaga sirkulasi darah berjalan lancar ke seluruh tubuh.

Darah membawa oksigen yang diperlukan oleh organ-organ yang bekerja berat saat olahraga, termasuk otot tubuh.

Maka menjaga elastisitas otot jantung sama saja menjaga suplai oksigen ke seluruh organ tubuh berlangsung optimal.

Cara latihannya adalah mengayuh sepeda dengan kecepatan konstan menggunakan gir rendah (low gear) atau enteng untuk dikayuh.

Sering disebut latihan RPM atau cadence.

Lakukan selama beberapa waktu diselingi istirahat atau gowes biasa.

Lamanya waktu ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan kemampuan tubuh.

"Jaga supaya ritme kecepatan dan putaran kayuan berjalan konstan. Lakukan selama beberapa menit dengan interval waktu istirahat atau gowes biasa dua-tiga menit lalu ulangi. Misalkan  Jika sudah terasa ringan gowesnya, interval waktunya bisa ditingkatkan," tutur pria yang kini banyak menangani event dan lomba balap sepeda.

Dr Thomas SpBS, pentolan komunitas Sepeda Sehat Senayan (SSS) mengatakan, sebaiknya kenali diri sendiri dan kemampuan tubuh.

"Listen to your body, itu modal penting selama gowes sepeda. Tubuh punya sistem alarm yang canggih untuk memperingatkan sebelum keadaan jadi memburuk. Tinggal kita mau mengikuti atau mengabaikannya dan sering berakibat fatal," tuturnya. (max)

  

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bolehkah Pakai Masker Saat Bersepeda? Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Beri Trik Begini, https://www.tribunnews.com/kesehatan/2020/07/06/bolehkah-pakai-masker-saat-bersepeda-dokter-spesialis-kedokteran-olahraga-beri-trik-begini?page=all.
Penulis: Yulis
Editor: Anita K Wardhani

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved