Breaking News:

Berita nasional

Kursi Menteri dalam Reshuffle Akan Membantu AHY tapi Ada yang Bilang Kemungkinannya Kecil

Presiden Jok0wi mengisyaratkan reshuffle kabinet. Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut-sebut. Menguntungkan? Benarkah kemungkinannya kecil?

Editor: Yupratomo DP
@jokowi
Foto saat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019) silam. 

Putra presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dinilai punya peluang menjadi menteri dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo.

Sepak terjangnya dalam kabinet Jokowi dapat mendongkrak elektabilitas jika kelak AHY maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai dalam webinar bertajuk 'Reshuffle: Siapa Layak Diganti dan Menggantikan?', Sabtu (4/7).

Video Presiden Jokowi Marah Munculkan Isu Reshuffle Kabinet, Kinerja Menteri KKP Disorot

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Pengamat Nilai Tiga Menteri Ini Bakal Dipertahankan Jokowi

"AHY pasti punya ambisi pada 2024 sampai (harus) keluar dari tentara. Dan kita sadari juga kondisi ketika dia begini-begini saja, artinya menjadi ketua umum Partai Demokrat dan masih ada bayang bayang ayahnya," kata Yunarto.

Ia menyarankan AHY menerima jika mendapat tawaran jabatan menteri dari Presiden Jokowi. Setidaknya jabatan menteri akan membantu mendongkrak elektabilitas AHY dan menjadi modal berkompetisi pada Pilpres 2024.

"Di sisi lain juga tidak mendapatkan panggung sebesar kepala daerah (gagal dalam Pilgub DKI Jakarta)," ujarnya.

"Alangkah bagusnya dalam konteks pandangan publik, sekadar untuk menjadi seorang calon presiden yang kuat, dia harus mencari panggung, salah satunya menjadi menteri," sambungnya.

Wacana perombakan atau reshuffle kabinet terus mengemuka setelah Presiden Jokowi mengeluarkan peringatan perombakan kabinetnya.

Jokowi kecewa dengan kinerja sejumlah menterinya dalam menangani pandemi Covid-19, khususnya karena lambatnya penyerapan anggaran.

Jokowi melihat ada menteri-menteri yang tidak memiliki sense of crisis di tengah pandemi Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved