Breaking News:

Car Free Day

Kawasan Pesepeda Thamrin-Sudirman Ramai Kunjungi Warga untuk Berolahraga

Pelaksanaan kawasan khusus pesepeda (KKP) penganti car free day (CFD) di 32 titik kawasan di Jakarta, tetap ramai dikunjungi oleh warga.

WARTA KOTA/Angga Bhagya Nugraha
Warga berolahraga pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, di kawasan Jalan Sudirman Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2020). Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar HBKB dengan menerapkan protokol kesehatan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin, setelah ditiadakan sejak 15 Maret 2020 lalu karena pemberlakuan PSBB untuk mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas. 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Pelaksanaan kawasan khusus pesepeda (KKP) penganti car free day (CFD) di 32 titik kawasan di Jakarta, tetap ramai dikunjungi oleh warga.

Salah satunya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, lokasi yang biasanya digunakan untuk CFD ini, kini ditiadakan sementara mengantisipasi terjadinya kepadatan.

Pantauan wartakotalive.com di kawasan jalur CFD Thamrin-Sudirman kini hanya tersedia jalur untuk pesepeda.

Luas jalur sepeda itu satu lajur kendaraan, sementara sisanya tetap digunakan untuk kendaraan umum.

Pembatasan jalur sepeda dengan kendaraan umum, petugas juga memberikan tali pembatas dengan traffic cone, sementara itu petugas Dishub dan Satpol PP melakukan pengawasan di area itu.

Beberapa pejalan kaki tidak diperbolehkan untuk memasuki jalur sepeda, melainkan harus berada di atas trotoar meski begitu masih ada pejalan kaki yang berjalan di area jalur sepeda.

Selain itu terkait protokol kesehatan banyak masyarakat yang berada di jalur kawasan khusus pesepeda ini, telah menggunakan masker sebagaimana yang di wajibkan sebagai protokol kesehatan.

Namun memang masih ada beberapa remaja-remaja yang bergerombol dan berkumpul tanpa adanya batas jarak yang diterapkan.

Salah satu pesepeda Anton (30) mengatakan lebih memilih agar kawasan khusus pesepeda ini diperpanjang untuk sementara waktu, agar mencegah penumpukan di Bundaran HI.

"Kalo saya sih setuju ya seperti ini. Malah kalo bisa diperpanjang. Karena apa, dibuat kayak gini itu jadi ngak kelihatan padat," kata Anton, Minggu (5/7/2020).

Halaman
1234
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved