Breaking News:

Novel Baswedan Diteror

Dua Pekan Jelang Sidang Vonis 2 Terdakwa Penyerangnya, Novel Baswedan, Bebaskan!

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali menyerukan agar dua terdakwa penyerangnya dibebaskan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melakukan wawancara khusus dengan Tribunnews di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/6/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali menyerukan agar dua terdakwa penyerangnya dibebaskan.

Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis bakal menjalani sidang vonis pada 16 Juli 2020.

"Adagium dlm ilmu hukum “lebih baik melepas 1000 org bersalah daripada menghukum 1 org tdk bersalah.”

"Disebut tdk bersalah bila tdk ada basis bukti yg layak utk menghukum."

"Baik dgn dipaksakan atau dgn kesepakatan utk dikondisikan n direkayasa buktinya. BEBASKAN," tulis Novel Baswedan di akun Twitter @nazaqistsha, Jumat (3/7/2020).

Sebelumnya, Novel Baswedan mengaku sejak awal sudah memaafkan penyiram air keras terhadap dirinya.

Namun, katanya, proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya.

"Serangan air keras kpd sy dr awal sdh sy maafkan. Tetapi proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya."

 Presiden Tidak Bisa Intervensi Kasus Novel Baswedan, Kalau Tidak Puas Bisa Ajukan Banding

"Krn bisa terjdi pd siapapun & mengancam orang2 yg berani berjuang & kritis demi bangsa/negara."

"Maka masyarakat harus bersuara, tdk boleh diam, agar hukum bisa berdiri tegak," tulis Novel Baswedan di akun Twitter @nazaqistsha, Selasa (16/6/2020).

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved