Minggu, 3 Mei 2026

Virus Corona

Lebih Efektif, Jokowi Minta Pemerintah Daerah Isolasi Kampung Ketimbang Karantina Kota

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, strategi intervensi berbasis lokal paling efektif dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Tayang:
Biro Pers Setpres/Lukas
Presiden Joko Widodo melakukan evaluasi penanganan pandemi dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat Senin (29/6/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, strategi intervensi berbasis lokal paling efektif dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Hal itu disampaikan Presiden saat meninjau Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

"Mengarantina, mengisolasi RT, mengisolasi RW, mengisolasi kampung atau desa itu lebih efektif daripada kita mengarantina kota atau kabupaten. ini lebih efektif," kata Presiden.

Menkes Terawan Rawan Digusur karena Tak Didukung Parpol dan Kinerja Tak Memuaskan

Oleh karena itu, Presiden berharap semua daerah menggunakan strategi tersebut dalam menanggulangi Covid-19, sehingga tingkat penularan virus dapat menurun.

"Jadi strategi ini agar kita pakai bersama-sama, sehingga kita harapkan terjadi penurunan (reproduksi virus) RT maupun R0," tuturnya.

Presiden berharap pada Juli mendatang semua elemen, pemerintah pusat, pemerintah daerah, Gugus Tugas, bekerja keras dalam menanggulangi Covid-19.

DAFTAR Tarif Bus Damri Trayek Bandara Soekarno-Hatta Turun Harga, Berlaku Mulai 1 Juli 2020

Sehingga, penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina tersebut menurun di semua daerah, termasuk di Jateng.

"Dan insyaallah ekonomi kita bisa merangkak kepada sebuah pertumbuhan yang normal kembali," harapnya.

Presiden juga mengingatkan kepala daerah dan Gugus Tugas daerah, agar dalam membuka tatanan baru atau adaptasi kebiasaan baru, harus berdasarkan data ilmiah dan saran para pakar.

Jokowi Ingatkan Ancaman Covid-19 Masih Tinggi, Jangan Sampai Muncul Gelombang Kedua

Hal itu disampaikan Presiden saat mengunjungi Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jateng, Selasa (30/6/2020).

"Saya titip jangan sampai membuka pada tatanan baru new normal tetapi tidak melalui tahapan-tahapan yang benar."

"Setiap kita membuat kebijakan, setiap kita membuat policy, betul-betul tolong yang namanya data science itu dipakai," ujar Presiden.

Jokowi: Dunia Sudah Resesi, Gas dan Rem Harus Betul-betul Diatur

Presiden juga mengingatkan agar dalam membuka tatanan baru atau new normal jangan dipaksakan.

Apabila belum layak dan memungkinkan secara ilmiah dan saran pakar, maka new normal jangan diterapkan.

"Jangan sampai kita berani membuka masuk ke new normal tetapi keadaan datanya masih belum memungkinkan."

UPDATE 30 Juni 2020: RS Wisma Atlet Rawat 582 Pasien Positif Covid-19, Pulau Galang Tetap 19 Orang

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved