Jumat, 17 April 2026

Pilkada Depok

Ini Alasan Golkar Depok Belum Juga Mengajak PDIP dan Gerindra Berkoalisi

Ini Alasan Golkar Depok Belum Juga Mengajak PDIP dan Gerindra Berkoalisi. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Penulis: Vini Rizki Amelia |
warta kota
Ketua DPD Golkar Kota Depok, Dr. Farabi El Fouz memberikan tanggapan terkait hijrahnya elit Golkar ke PDIP jelang Pilkada Depok 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Demi memuluskan jalan menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020, Partai Golkar mulai melancarkan sejumlah serangan dengan membuka komunikasi ke sejumlah partai politik untuk membentuk koalisi.

Hingga saat ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Depok telah menyambangi sejumlah parpol.

Yakni PKS dan Demokrat untuk menyampaikan maksud dan tujuan mereka membangun kekuatan.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok Farabi El Fouz mengatakan, tindakan tersebut diambik setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memerintahkan pihaknya untuk segera membuka komunikasi dengan parpol lain.

Hindari Wabah Ganda,Dokter Reisa Ingatkan Masyarakat Lindungi Anak Melalui Imunisasi di Masa Pandemi

Namun, dari semua parpol yang ada di Kota Depok, Farabi mengatakan pihaknya belum ada rencana untuk membuka jaringan ke PDIP dan Gerindra.

Sebab, PDIP dan Gerindra telah lebih dulu memantapkan langkah dengan mengumumkan bahwa bakal calon wali kota dan wakil wali kota Depok adalah Pradi - Aifah meski hingga kini DPP PDIP maupun DPP Gerindra belum juga mengeluarkan surat keputusan atau surat resmi untuk Pradi - Afifah.

"Saat ini kita lagi konsen kepada parpol yang belum punya pasangan calon, kalau ke PDIP dan Gerindra bukan kita menutup tapi istilahnya kita kesampingkan dulu," tutur Farabi kepada Warta Kota, Selasa (30/6/2020).

Itu sebabnya, kedatangan Mohammad Idris ke kediaman Farabi mendapat tanggapan baik dari partai berlambang pohon beringin itu.

VIDEO: Ada Pesan Berantai ASN Tangsel Tidak Netral, Bawaslu RI Bilang Begini

Terlebih saat ini Idris yang masih menjabat sebagai Wali Kota Depok belum memiliki calon wakil wali kota untuk mendampingi dirinya pada Pilkada Depok 2020.

"Kita melihat Pak Idris lagi cari pasangan dan kita ada di situ (posisi bakal calon wakil wali kota). Dab tadi Pak Idris sudah bilang dasarnya sudah ada untuk ke arah sana (maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota)," papar Farabi.

Dengan latar belakang Idris yang pada Pilkada Depok 2015 diusung PKS, Farabi mengaku tak ada masalah bila nantinya Golkar akan berkoalisi dengam PKS.

"Ya mungkin saja (berkoalisi) karena kita ngga lupa bahwa ada PKS dan kita sudah buka (komunikasi) ke PKS tapi belum ada jawaban dari PKS," katanya.

Orang Tua Murid Kesal, PPDB Jakarta Kacau Balau dan Tak Sesuai dengan Harapan Anies

Kepemilikan kursi di parlemen yang hanya lima kursi mengharuskan Golkar berkoalisi dengan sejumlah partai agar dapat lolos verifikasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok sebagai syarat utama bila ingin mengusung pasangan calon dari parpol.

Dengan siapapun parpol yang akan digandeng Golkar, Farabi menegaskan bahwa partai yang dipimpinnya itu harus duduk sebagai calon wakil wali kota Depok.

"Ya harus kita lah, itu harga mati," akunya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved