Pilkada Depok
Hadapi Pilkada 2020, Wali Kota Depok Mohammad Idris Safari ke Sejumlah Petinggi Parpol
Mohammad Idris mendatangi kediaman Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Farabi El Fouz di bilangan Sukmajaya, Depok, Senin (29/6/2020).
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Mohamad Yusuf
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok yang sedianya dilangsungkan pada 9 Desember 2020, Wali Kota Depok Mohammad Idris lakukan safari politik.
Yaitu dengan mendatangi sejumlah pimpinan partai politik (parpol).
Sebelumnya Kamis (25/6/2020) malam lalu Idris menyambangi kediaman Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Depok Edi Sitorus.
Kini pria berusia 58 tahun itu mendatangi kediaman Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Farabi El Fouz di bilangan Sukmajaya, Depok, Senin (29/6/2020).
• Kemenhub Bantah akan Kenakan Pajak Sepeda, Namun Siapkan Regulasi Mendukung Keselamatan Pesepeda
• Catat! Ini Jadwal dan Lokasi Penyaluran Bansos Tahap 4 Pemprov DKI, 24 Juni - 7 Juli 2020
Sebagai akademisi yang menjabat sebagai Wali Kota Depok sejak Februari 2016 dan tak tercatat sebagai kader parpol manapun itu, Idris datang sendiri ke kediaman Farabi.
Sementara dari pihak Golkar dihadiri para pengurus partai berlambang beringin itu.
"Pertemuan ini istilahnya silaturahmi politik, komunikasi yang intinya saya mengajak partai Golkar bergabung dalam koalisi besar, kalau kemarin kan istilahnya (koalisi) Tertata," tutur Idris seusai pertemuan tersebut kepada wartawan, Senin (29/6/2020).
Namun begitu, kelahiran Jakarta, 25 Juli 1961 itu mengaku sejauh ini pertemuan-pertemuan yang dilakukannya ke sejumlah partai masih belum final.
Sebab, masih harus ada tahapan selanjutnya yakni ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dari masing-masing partai.
"Semua (parpol) rata-rata belum dapat restu secara resmi dari DPP, posisinya sama dengan yang lain termasuk dengan PKS. Dengan PKS juga komunikasinya masih informal, dalam waktu dekat saya akan komunikasi formal dengan PKS," paparnya.
Idris mengakui sejauh ini dirinya baru menjalin komunikasi dengan satu parpol yang langsung dihadapkan dengan ketua umumnya yakni Partai Amanat Nasional (PAN).
"Tapi itu belum merupakan sebuah keputusan lembaga institusi parpol yang namanya PAN. Semuanya masih berimbang artinya masih dalam tahapan komunikasi dengan DPD," akunya.
Selain Demokrat, PAN, dan Golkar, Idris mengaku dirinya juga membuka komunikasi untuk mengatur strategi dalam menghadapi Pilkada ke PPP, PKB, dan PKS.
Dalam waktu dekat, lulusan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Arab Saudi ini berencana bersilaturahmi ke pimpinan Gerindra dan PDIP.
• Komnas PA Sebut, Seorang Anak Tak Lolos PPDB Akibat Umur, Diduga Stres hingga Sakit dan Meninggal
• 6 Hal Ini Bisa Bikin Traveler Menunda Terbang di Tengah Pandemi, Angkasa Pura II Punya Solusinya!
• Pasien Sembuh Corona di Jawa Barat sudah Melebihi yang Positf, Ridwan Kamil: Hari Bersejarah
Walaupun pada Pilkada 2015 lalu Idris diusung PKS dan akhirnya memenangkan kursi orang nomor satu di Depok, namun hingga kini Idris tidak terdaftar sebagai anggota atau kader dari PKS maupun dari parpol lainnya.
Sebagai Wali Kota Depok yang baru menjabat satu periode, Idris masih memiliki kesempatan untuk kembali maju dalam Pilkada 2020 demi merasakan kepemimpinannya selama dua periode.
Sebelum meraih kursi pimpinan di lembaga Eksekutif, Idris merupakan Wakil Wali Kota Depok mendampingi Nur Mahmudi Ismail pada masa periode 2011-2016.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/wali-kota-depok-mohammad-idris-menyantap-nasi-briyani.jpg)