PPDB

Dede Yusuf Minta Kemendikbud Perpanjang Masa PPDB Jakarta Jalur Zonasi

Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu meminta hal tersebut untuk mengatasi kisruhnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jakarta jalur zonasi.

instagram
Dede Yusuf Macan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dede Yusuf meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera berkoordinasi dengan Disdik DKI Jakarta untuk memperpanjang masa PSBB atau menambah kuota jalur zonasi.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu meminta hal tersebut untuk mengatasi kisruhnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jakarta jalur zonasi.

"Ada beberapa opsi-opsi, salah satunya memperpanjang masa PPDB untuk zonasi ini, opsi kedua menambah kuota misalnya per roombel (ruang belajar) atau per kelas bisa ditambah 4 hingga 6 anak," ucap Dede di ruang Nusantara II, DPR RI, Selasa (30/6/2020).

PSSI Siapkan Ruangan Isolasi Jika Ada Pemain Timnas U-16 yang Reaktif Covid-19

Terus Diserang Penggemar Baim Wong, Nikita Mirzani Geram dan Maki-maki Netizen

Meski demikian, Dedi berpendapat bila menampung anak-anak yang tersingkir karena faktor usia maka tidak akan cukup.

"Jadi jalan satu-satunya saat ini adalah batalkan peraturan yang ada dan mengembalikan ke Permendikbud Nomor 44," kata dia.

Sementara itu Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan berujar, Kemendikbud harus segera mengevaluasi juknis milik Disdik DKI Jakarta ini. Aturan Disdik DKI Jakarta ini dianggap tidak adil dan mendiskriminasi siswa berusia muda.

"Tidak bisa dianggap remeh tapi evaluasi menyeluruh kenapa dalam waktu 1 bulan tanpa sosialisi mereka buat masyarakat DKI marah sampai harus demo itu melanggar protokol kesehatan untuk perjuangankan nasib anak-anaknya," ujarnya.

PERAS Warga Ratusan Juta, Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Ringkus Mantan Lurah di Pekojan

Alami Trauma Gagal Menikah Membuat Karyawan Bank Cekik Kekasih hingga Tewas

Apabila jumlah pendaftar PPDB jalur zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar.

Kadisdik DKI Jakarta, Nahdiana, mengklaim bahwa PPDB jalur zonasi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB. Jalur zonasi ditetapkan berdasarkan kelurahan, bukan jarak rumah calon siswa ke sekolah.

Alasan dia, Jakarta memiliki demografi yang unik, mulai dari tingkat kepadatan penduduk yang berbeda tiap kelurahan, sebaran sekolah tak merata, hingga banyak hunian vertikal di Ibu Kota.

Halaman
12
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved