Pembunuhan

Alami Trauma Gagal Menikah Membuat Karyawan Bank Cekik Kekasih hingga Tewas

SD membunuh pacarnya tersebut di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Jenazah Susilawati kemudian dibuang di empang di bilangan Jalan Sasmita.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Kapolrestro Tangerang, Kombes Sugeng Heryanto menjelaskan, pada Kamis (11/6/2020) korban pamit sama orangtuanya keluar rumah. Korban berencana bertemu pelaku yang merupakan pacarnya itu, di Mapolrestro Tangerang, Selasa (30/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Gagal menikah membuat SD (21) cemburu buta saat mengetahui kekasihnya Susilawati (21) berkomunikasi dengan pria yang merupakan mantan kekasihnya.

Trauma gagal nikah menjadikan SD yang merupakan karyawan bank nekat mencekik leher pacarnya hingga tewas pada Jumat (12/6/2020).

SD membunuh pacarnya tersebut di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Jenazah Susilawati kemudian dibuang di empang di bilangan Jalan Sasmita, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

"Yang mendasari tersangka sampai melakukan perbuatan pembunuhan adalah, latar belakang psikis yang sebetulnya tersangka pernah akan melakukan pernikahan tetapi batal," jelas Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto, Selasa (30/6/2020).

Wagub DKI Apresiasi Bank DKI Kembangkan E-Order Bantu UKM di Tengah Pandemi Covid-19

Tujuh Tahun Nantikan Buah Hati, Asmirandah Pamer Perut Buncitnya di Usia Kehamilan 9 Minggu

Alasan lainnya, lanjut Sugeng, karena SD terbakar cemburu saat mengetahui kekasihnya berkomunikasi dengam pria lain di sebuah aplikasi.

"Setelah diketahui oleh tersangka ada percakapan yang mungkin menurut tersangka itu membuat cemburu," ungkap Sugeng.

 Kendati demikian, Susilawati menyakinkan kalau pesan tersebut sudah lama sebelum dirinya bertemu dengan Idik melalui Facebook dan menjalin kisah cinta.

Sugeng melanjutkan, akhirnya SD memboncengi Susilawati berkeliling beralaskan ingin ke rumah temannya pada 12 Juni 2020.

Patuhi Keputusan DPP, Wakil Wali Kota Depok Harus di Tangan Golkar Bila Ingin Berkoalisi

Izin Reklamasi Ancol, DPRD Akui Kecolongan karena Dalam Kepgub Tak Ada Reklamasi

 Sampai akhirnya, di tepi sebuah empang di kawasan Karawaci, SD memberhentikan motornya dan melancarkan aksi kejinya.

"Modus yang dilakukan adalah ketika tersangka ini duduk di tepi empang bersama korban, dilakukan pencekikan dan membekap mulut korban," jelas Sugeng.

Halaman
12
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved