Minggu, 19 April 2026

Virus Corona Jabodetabek

Presiden Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet saat Sidang Kabinet Paripurna

Hal tersebut membuat Jokowi memberikan ancaman reshuffle kabinet Ancaman itu disampaikan Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.

Editor: Dodi Hasanuddin
Biro Pers/Setpres - Laily Rachev
Presiden Joko Widodo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo tampak jengkel atas kinerja para menterinya dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Hal tersebut membuat Jokowi memberikan ancaman reshuffle kabinet Ancaman itu disampaikan Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.

Bocornya ancaman reshuffle tersebut terekam dalam akun YouTube Selretariat Presiden yang ditayangkan Minggu (28/6/2020).

Unggah Video Dangdutan di Wisma Atlet, Anji Manji: Ini Nakes Mau Saling Menularkan Virus?

Pemain Persija Jakarta Alfriyanto Nico Saputro Ingin Wujudkan Mimpi Ayahanda Main di Piala Dunia U20

Wali Kota Depok Tuding Kantor Pos Atas Rusaknya Bansos dari Pemprov Jawa Barat

Dalam tayangan itu Sidang Kabinet Terbatas itu digelar pada 18 Juni 2020.

Terlihat Jokowi menyampaikan kekesalannya kepada para pembantunya, karena bekerja secara biasa di masa krisis Covid-18.

Padahal, Presiden Jokowi meminta ada kebijakan luar biasa untuk menangani krisis, baik itu pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap perokonomian.

"Langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah pemerintahan," kata Jokowi

. "Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," ucap Presiden.

Lalu langkah luar biasa apa yang bisa dilakukan Jokowi?

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, langkah extraordinary itu bisa dalam bentuk mengeluarkan aturan tertentu, bahkan pembubaran lembaga dan perombakan kabinet atau reshuffle.

Ia lantas menyampaikan ancaman reshuffle bagi menterinya yang masih bekerja biasa-biasa saja.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," ucap Jokowi.

"Entah buat perppu yang lebih penting lagi kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini, (jika) Bapak Ibu tidak merasakan itu, sudah," tandasnya.

Bantah Jengkel Ditinggal Nikah Stefan William, Natasha Wilona: Buktinya Kita Masih Syuting Bareng

Masa PSBB Transisi Pandemi Virus Corona di Kepulauan Seribu, Pulau Untung Jawa Favorit Wisatawan

Ia pun meminta para menterinya agar bekerja di luar standar normal dan banyak memunculkan inovasi agar bisa melalui krisis ini.

Jokowi meminta para menterinya tak lagi terjebak dalam peraturan di masa krisis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved