Minggu, 26 April 2026

Setelah Ditembak Saat Tugas di Kongo, Peralatan Almarhum Serma Rama Dirampok Milisi

Serma Rama gugur saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo.

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww
Foto Dok - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto (kiri) menyalami anggota Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-Q MONUSCO saat upacara pemberangkatan di di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-Q MONUSCO pada misi PBB di Kongo, Afrika menggantikan Satgas Kizi TNI Konga XX-P MONUSCO dengan jumlah 175 personel terdiri dari 153 prajurit TNI AD, 17 prajutit TNI AL, dan 5 prajurit TNI AU. 

Saat dalam perjalanan kembali ke markas, mereka kemudian diserang milisi dari Uganda yang masuk ke wilayah Kongo.

"Anggota kita diserang mengakibatkan Sersan Mayor Rama mengalami luka tembak di dada dan perut."

"Kemudian anggota kita pada saat penembakan itu semuanya melarikan diri, turun dari kendaraan turun dan berlindung ke roda truk."

Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kasus Peluru Nyasar di Pademangan, Semuanya Tak Dengar Bunyi Letusan

"Mereka merayap ke belakang menuju APC pengawal, bersama-sama dengan dua personel tentara Malawi," terang Victor.

Setelah masuk ke dalam APC, mereka melakukan penghitungan anggota dan diketahui jumlah tim tersebut berkurang satu, yakni Serma Rama.

"Anggota kita di dalam berteriak untuk minta Serma Rama dijemput."

Tak Cuma Soal Masker dan Helikopter, Firli Bahuri Juga Diadukan karena Rapat Bareng Mahfud MD

"Serma Rama ketika itu terkena serangan, tidak bisa melarikan diri karena sudah kena luka tembak."

"Kemudian anggota kita minta tolong sama team leadernya Malawi supaya dijemput kembali," tutur Victor.

Sebelumnya diberitakan, Serma Rama Wahyudi, prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco, gugur saat bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo.

Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco Letkol Czi MP Sibuea mengungkapkan, Serda Rama gugur karena diserang kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Senin (22/6/2020) lalu.

Hal itu disampaikan Sibuea dalam keterangan Puspen TNI, Rabu (24/6/2020).

 Gugus Tugas Sarankan Status Darurat Diubah Jadi Ketahanan Kesehatan Masyarakat Saat New Normal

"Gugurnya prajurit TNI atas nama Serma Rama Wahyudi dan satu orang prajurit TNI yang terluka diakibatkan oleh serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada Senin (22/6/2020) 17.30 waktu setempat," kata Sibuea, sebagaimana disampaikan Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Agus Cahyono.

Sibeua menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco, yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Ia mengungkapkan, ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi pengadangan.

 Di Gorontalo, Hand Sanitizer Dibuat dari Minuman Keras Cap Tikus karena Alkohol Susah Dicari

Hujan tembakan terjadi ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.

Sibuea mengatakan, serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved