Sabtu, 11 April 2026

Setelah Ditembak Saat Tugas di Kongo, Peralatan Almarhum Serma Rama Dirampok Milisi

Serma Rama gugur saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo.

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww
Foto Dok - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto (kiri) menyalami anggota Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-Q MONUSCO saat upacara pemberangkatan di di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-Q MONUSCO pada misi PBB di Kongo, Afrika menggantikan Satgas Kizi TNI Konga XX-P MONUSCO dengan jumlah 175 personel terdiri dari 153 prajurit TNI AD, 17 prajutit TNI AL, dan 5 prajurit TNI AU. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Peralatan tugas Serma Rama Wahyudi, prajurit TNI anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco, dirampok oleh kelompok yang menyerang dan menewaskannya pada Senin (22/6/2020) lalu.

Serma Rama gugur saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo.

Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen Victor Hasudungan Simatupang mengungkapkan, perampokan terjadi ketika Serma Rama sudah tertembak dan tak sadarkan diri.

KRONOLOGI Personel TNI Anggota Pasukan Perdamaian PBB Gugur Diserang Kelompok Bersenjata di Kongo

Ia menduga kelompok yang menyerang tersebut merupakan milisi Uganda yang masuk ke wilayah Republik Demokratik Kongo.

Hal tersebut diungkapkan Victor saat konferensi pers di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Jumat (26/6/2020).

"Dalam waktu 10 menit, Sersan Mayor Rama Wahyudi sudah tidak sadarkan diri."

Dewan Pengawas KPK Sudah Klarifikasi Firli Bahuri Soal Helikopter Mewah, Apa Hasilnya?

"Kemudian milisi merampok seluruh perlengkapan perorangan mulai dari senjatanya."

"Kemudian life vest jaket, helm, perlengkapan perorangannya diambil semuanya oleh milisi," ungkap Victor.

Victor menjelaskan, kejadian bermula pada 22 juni 2020 pukul 08.10 waktu setempat.

Projo: Demonstrasi Basi Desak Pencopotan Presiden Keterlaluan dan Inkonstitusional!

Sersan Mayor Rama yang bertindak sebagai Komandan Tim, melaksanakan tugas pergeseran pasukan dan dukungan logistik ke wilayah Halulu.

Perjalanan tersebut lebih kurang memakan waktu tiga jam.

Ia menjelaskan tim tersebut sampai di tempat dalam keadaan aman.

Tak Ada Tanda Kekerasan pada Mayat Wanita di Kali Sunter, Barang Pribadi Juga Tidak Ditemukan

"Anggota TNI yang mendukung tugas tersebut berjumlah 12 orang."

"Kemudian dari Malawi ada dua orang. Mereka kembali sampai ke Halulu jam 13 melaksanakan perbaikan-perbaikan," beber Victor.

Kemudian sekitar pukul 16.00 kurang, mereka kembali ke Mavivi.

Firli Bahuri Mengaku Sewa Helikopter dari Palembang ke Baturaja Karena Cuma Cuti Sehari

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved