Selasa, 2 Juni 2026

Virus Corona

Jokowi Ingatkan Gubernur Jatim Jangan Bikin Kebijakan Tanpa Data Ilmiah dan Saran Pakar

Presiden mengatakan, dalam mengambil suatu kebijakan, harus disiapkan rencana cadangan, untuk mengantisipasi kejadian di luar prediksi.

Tayang:
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Presiden Jokowi tiba di Gedung Negara Grahadi, Kamis (25/6/2020) siang. Ia membahas soal corona di Jatim dan minta angka penyakit itu bisa diturunkan dalam dua minggu. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Gubernur Jawa Timur (Jatim) dan Gugus Tugas, agar dalam mengambil kebijakan penanggulangan Covid-19 merujuk pada data ilmiah serta saran dari pakar.

Hal itu disampaikan Presiden saat meninjau Kantor Gugus Tugas Covid-19 Jatim, di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (25/6/2020).

"Saya titip ini utamanya kepada gubernur, bupati, dan wali kota, agar setiap membuat kebijakan, agar setiap membuat policy selalu merujuk pada data science."

Tak Bisa Ajukan Peninjauan Kembali, KPK Tidak Bisa Lagi Jerat Mantan Dirut PLN Sofyan Basir

"Minta masukan dari pakar epidemologi, minta saran dari pakar-pakar perguruan tinggi," kata Presiden.

Jangan sampai, lanjutnya, kebijakan yang dibuat serampangan tanpa konsultasi dan basis ilmiah.

"Jangan kita membuat kebijakan, membuat policy tanpa melihat data, tanpa mendengarkan saran dari para pakar," tuturnya.

Mahfud MD: Pesan Jokowi, Aparat Jangan Terlalu Sensi, Kalau Cuma Bikin Hoaks Ringan Biarin Saja

Selain itu, Presiden mengatakan, dalam mengambil suatu kebijakan, harus disiapkan rencana cadangan, untuk mengantisipasi kejadian di luar prediksi.

"Saya juga minta agar disiapkan plan a, plan b, plan c-nya, agar kita betul-betul terus siaga menghadapi situasi yang tidak terduga," pintanya.

Presiden Jokowi menyoroti lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Jatim.

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jawa Timur dan Jakarta Kini Cuma Beda 345 Orang

Presiden bahkan meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat membantu Jatim dalam penanggulangan Virus Corona.

Berdasarkan data per Rabu (24/6/2020). Kasus positif di Jatim mencapai 10.282 dengan korban meninggal mencapai 767 atau 7,46 persen.

Pasien yang sembuh mencapai 3.236 orang atau 31,47 persen.

Doni Monardo: Meminta Masyarakat Taat Protokol Kesehatan Adalah Ibadah

Adapun jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) mencapai 10.816, Orang dalam Pemantauan (ODP) mencapai 27.709, dan Orang Tanpa Gejala (OTG) mencapai 31.941.

Presiden Jokowi mengingatkan jajaran Gugus Tugas Nasional dan Daerah mengenai tingginya kasus Covid-19 di Jawa Timur (Jatim).

Menurut Presiden, Gugus Tugas bersama pemerintah daerah harus tanggap, karena lonjakan kasus Covid-19 di Jatim kini tertinggi dibanding wilayah lainnya.

Mahfud MD Minta Perkara Lama Tak Digantung, KPK Beberkan Perkembangan Kasus BLBI dan RJ Lino

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved