Universitas Binus Telah Produksi 20 Robot Nayakalara dan Bakal Didonasikan

Dua rumah sakit yang menerima Nayakalara adalah RSUD Koja dan RSPI (Rumah Sakit Penyakit Infeksi) Sulianti Saroso.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Agus Himawan
istimewa
Tim peneliti di Universitas Binus pamerkan robot pembantu tenaga medis Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, Palmerah - Sekelompok peneliti dari Universitas Bina Nusantara (Binus) menciptakan robot medis yang diharapkan robot-robot itu bisa menyelamatkan nyawa para tenaga medis dari ancaman Covid-19.

Robot yang dinamakan Nayakalara itu dibuat oleh Prof Dr Ir Widodo Budiharto beserta tim yang dikoordinasi dan didanai oleh Research & Technology Transfer Universitas Binus.

Nayakalara memiliki arti prajurit yang bertempur melawan wabah penyakit yang berjangkit serempak di muka bumi. Prof Widodo mengatakan bahwa robot itu terdiri dari Food Delivery and Monitoring Robot dan Robot Desinfektan. 

Ivan Gunawan Tak Datang di Malam Ultah, Dicegah Ibu Ayu Ting Ting Takut Bentrok dengan Didi Riyadi

Ratusan Pedagang dan Pengunjung Pasar Cikarang dan SGC Rapid Test, Hasilnya Dua Orang Reaktif

Pebulutangkis Pelatnas Perebutkan Hadiah Total Rp. 500 Juta Mola TV PBSI Home Tournament

Saat ini dua rumah sakit di Jakarta sudah menerima donasi robot Nayakalara. Kedua rumah sakit yang menerima Nayakalara adalah RSUD Koja dan RSPI (Rumah Sakit Penyakit Infeksi) Sulianti Saroso.

Nantinya robot Food Delivery and Monitoring Robot berfungsi untuk membantu tenaga medis dalam mengirimkan makanan ke ruangan pasien covid-19. Robot itu juga dapat membawa sisa makanan pasien. Robot dapat dikendalikan jarak jauh menggunakan wifi berbasis smartphone.

Selain itu robot tersebut dapat menyinari UV di ruangan pasien dan ruang lainnya. Tersedia fasilitas Video Conference antara tenaga medis di ruang operator robot dengan pasien menggunakan teknologi aplikasi zoom.

Sedangkan Robot Desinfektan dapat menyemprot disinfektan dalam jarak hingga enam meter, dengan tangki disinfektan berkapasitas delapan liter.

Robot itu juga dapat dikendalikan menggunakan smartphone (bluetooth). Pengguna dapat melakukan sterilisasi ke titik-titik yang rentan akan penyebaran virus.

“Saat ini telah diproduksi 20 robot dan akan didonasikan kepada Rumah Sakit Jakarta, Bekasi, Bandung, Pekalongan, dan Jawa Timur," ujar Vice Rector in Research & Technology Transfer Prof. Tirta N. Mursitama, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/6/2020).

Liga 1 Indonesia Dilanjutkan, Gelandang Persita Asal Bosnia Ini Sudah Gregetan Menendang Bola

Ashanty Mengenang Pernah Rasakan Sakit Luar Biasa Saat Derita Meningitis

Kisruh PSSI dengan Shin Tae-yong, Pelatih Senior Indonesia Ingin Segera Ada Perdamaian

Para tim peneliti ingin robot ini dapat terus diperbanyak dan diberikan secara gratis ke Rumah Sakit yang ada di Indonesia. 

"Hendaknya ke depan, semua rumah sakit menggunakan robot buatan Indonesia,” harapnya. Ia juga berharap, Nayakalara dapat bermanfaat bagi penanganan Covid-19 di Indonesia.

Donasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas Binus dalam semangat fostering and empowering the society.

Komitmen tersebut selalu ditegaskan oleh Prof Harjanto Prabowo, selaku Rektor Universitas Binus dalam berbagai kesempatan.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved