Sabtu, 9 Mei 2026

Virus Corona

Data Pribadi Pasien Covid-19 Diduga Dijual di Internet, BSSN Turun Tangan

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Tayang:
Istimewa
ILUSTRASI Hacker 

Data yang dihimpun adalah data sensitif berisi nama, nomor telepon, alamat, hasil tes PCR, dan lokasi tempat pasien dirawat.

Di dalamnya juga terdapat kolom NIK meskipun tidak terisi.

Sebagai bukti, hacker tersebut turut melampirkan sampel data yang dimiliki.

Dua Terdakwa Penerornya Dibela Jenderal Bintang Dua, Novel Baswedan: Menyerang Saya Kan Bukan Tugas

Sampel tersebut terdiri dari tujuh nama WNI dan tiga WNA dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) di Bali.

Peretas mengklaim memiliki database dari daerah lain.

"Seperti Jakarta, Bandung, dan lainnya," klaim peretas lewat e-mail kepada Kompas.id, Jumat (19/6/2020).

Peretas menjual database yang diklaim berisi pasien Covid-19 di Indonesia, dengan harga 300 dolar AS atau sekitar Rp 4,2 juta.

Hasil Investigasi, KPU Pastikan Data 2,3 Juta Pemilih Pemilu 2014 Tidak Bocor dan Tak Diretas

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz mengumumkan hasil investigasi.

Hal itu terkait temuan dugaan kebocoran 2,3 juta data pemilih yang ramai diperbincangkan di media sosial dan masuk ke forum hacker.

Berdasarkan hasil investigasi KPU bersama Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terungkap tidak ada kebocoran data di lembaga penyelenggara pemilu itu.

 Maruf Amin: Kami Pemerintah Mohon Maaf Bahaya Corona Belum Hilang

"Kondisi softfile DPT Pemilu 2014 di KPU aman, tidak kena hack atau bocor atau diretas."

"KPU RI sudah mengecek data tersebut."

"KPU sudah melakukan langkah aktif dengan pihak terkait," kata dia saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).

 Hacker Klaim Curi Data 2,3 Juta Pemilih Pemilu 2014, Begini Respons KPU

Dia menjelaskan, upaya investigasi itu dilakukan setelah akun media sosial Twitter @underthebreach. mengungkap jutaan data kependudukan milik Warga Negara Indonesia (WNI) diduga bocor.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved