Virus Corona Jabodetabek
Wabah Virus Corona, Harga Masker di Pasar Pramuka Stagnan, Rp 150 Ribu Per Boks
Permintaan masker bedah di sejumlah pasar tidak mengalami penurunan saat virus corona mewabah.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: PanjiBaskhara
WARTAKOTALIVE.COM, MATRAMAN - Hingga kini wabah virus corona atau Covid-19 masih melanda di Indonesia.
Sehingga, permintaan masker bedah di sejumlah pasar tidak mengalami penurunan saat virus corona mewabah.
Sebab, masker bedah saat ini jadi kebutuhan pokok paling utama yang harus dikenakan masyarakat Indonesia.
Walaupun permintaan masker bedah tidak menurun, harga masker bedah masih stagnan Rp 150 ribu per boks.
• Pedagang dan Pembeli di Pasar Kecapi Jatiwarna Diimbau Saling Mengingatkan Soal Wajib Pakai Masker
• Karyawan Hotel di Cianjur, Jawa Barat Dipukul Tamu Lantaran Ingatkan Pakai Masker
• Tinjau Pasar Kecapi Jatiwarna, Tri Adhianto Tegur Pedagang yang Tak Pakai Masker
Terkait harga masker bedah per boks Rp 150 ribu, ada di Pasar Pramuka, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
"Masker masih banyak yang cari. Masih 150 ribu per boks," kata Dita (45) seorang penjual obat dan perlengkapan medis di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (19/6/2020).
Padahal, sebelum Indonesia dilanda pandemi, satu boks berisi 50 buah masker bedah dijual pada kisaran harga Rp 20-25 ribu.
Harga Rp 150 ribu, sambung Dita, sudah cenderung turun sebelum terjadi lonjakan harga.
Sekira dua bulan lalu, harga masker bahkan menyentuh pada titik Rp 350-300 ribu per boks.
"Harga relatif sudah turun sebenarnya, walaupun belum normal seperti dulu. Harganya kan pernah 300-350 ribu"
"Turun ya sejak pemerintah anjurin pakai masker kain saja," ungkapnya.
Sementara itu, barang kebutuhan medis lain seperti termometer relatif turun.
Titik tertinggi harga termoter infrared pada dua bulan lalu menjapai Rp 1,5-1 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/suasana-di-pasar-pramuka-kecamatan-matraman.jpg)