Virus Corona Jabodetabek

Wabah Virus Corona, Harga Masker di Pasar Pramuka Stagnan, Rp 150 Ribu Per Boks

Permintaan masker bedah di sejumlah pasar tidak mengalami penurunan saat virus corona mewabah.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Rangga Baskoro
Seperti ini suasana di Pasar Pramuka, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, di tengah wabah virus corona atau Covid-19, Jumat (19/6/2020). 

Sementara itu, Herman menceritakan aktivitas jual beli yang terjadi di tokonya sejak awal pandemi hingga saat ini.

Ia menjelaskan, semenjak penggunaan masker lain ditetapkan di April lalu, tidak ada kelonjakan pembelian masker di tempatnya.

Begitu juga dengan hand sanitizer, sehingga keramaian pembeli yang dua terjadi di bulan sebelumnya, tidak terjadi lagi saat ini.

"Awal dulu ya padat, harga juga melonjak naik, hingga Rp.400 ribu sampai Rp. 500 ribu untuk masker medis. Tapi sekarang udah normal, berkisar Rp300 ribu per box," katanya.

Dokter Reisa Bagikan Cara Mudah Hindari Virus Corona di Pasar Tradisional

Pasar tradisional sejak lama menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, sebagai penyokong tulang punggung ekonomi masyarakat.

Tak hanya sebagai pusat jual beli masyarakat, bahkan beberapa pasar tradisional juga menjadi salah satu destinasi wisata.

Sebut saja Pasar Beringharjo di Yogyakarta, Pasar Klewer di Solo, Pasar Johar di Semarang, Pasar Sukawati di Bali, dan banyak lainnya menjadi lokasi wisata sebelum pandemi ini.

Dari hasil survei profil pasar tahun 2018, oleh Badan Pusat Statistik, atau BPS, ada lebih dari 14.000 pasar tradisional di Indonesia, atau sama dengan hampir 90% dari seluruh jenis pusat perdagangan yang ada di Indonesia.

Namun di tengah pandemi COVID-19, pasar tradisional termasuk dalam kategori tempat yang rentan terjadinya penularan virus corona penyebab COVID-19.

Banyaknya orang yang datang dari segala penjuru kota, seringkali menjadikan pasar penuh sesak, kebersihan yang kurang terjaga, dan standar sanitasi dan higienis yang belum ketat, membuat pasar menjadi tempat yang beresiko.

Menurut Ikatan Pedagang Pasar Indonesia atau IKPPI, lebih dari 400 pedagang di 93 pasar tradisional telah terinfeksi COVID-19 menurut tes cepat yang dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah.

Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pasar yang beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Dalam hal ini, pemerintah membuat aturan agar bagaimana masyarakat tidak terdampak COVID-19 dari faktor kesehatan maupun perekonomian.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved