Kamis, 21 Mei 2026

Edukasi Kesehatan

Edukasi: Kata Dokter, Melakukan Hubungan Suami Istri di Masa Pandemi Covid-19 Boleh Saja

Selama masa pembatasan sosial beberapa bulan ini, dokter Binsar juga menerima banyak konsultasi terkait masalah kehidupan seksual pasutri.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Hironimus Rama
Dokter Binsar Martin Sinaga FIAS sedang melakukan edukasi seksual melalui IG Live@wartakotalive pada Kamis (18/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Pandemi Covid-19 menebarkan ketakutan ke seluruh dunia.

Banyak orang takut untuk berinteraksi dengan sesama karena takut menyebarkan virus corona.

Jaga jarak melalui social distancing dan physical distancing, mengenakan masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer menjadi protokol wajib selama wabah virus ini.

Lalu, bagaimana dengan hubungan intim bagi pasangan suami-istri? Apakah tidak boleh dilakukan selama masa pandemi Covid-19 ini?

Medical sexologiest, Dr Binsar Martin Sinaga FIAS, mengatakan hubungan seks selama masa pandemi Covid-19 sebenarnya tidak masalah sejauh kedua pasutri itu sehat.

"Tidak masalah kalau pasutri melakukan hubungan seks saat masa karantina di rumah, asalkan kondisi sehat, " kata Binsar dalam acara Talkshow Edukasi Seksual melalui IG Live @wartakotalive, Kamis (18/6/2020) malam.

Edukasi: Ukuran Mr P Dapat Buat Pasangan Cepat Orgasme, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya

Edukasi: Data Kedokteran Sebut 8 dari 10 Istri Tidak Puas saat Berhubungan Intim dengan Suami

Sebelum melakukan hubungan intim, lanjutnya, pasutri juga harus memastikan kondisinya sehat.

"Selain itu, usahakan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari sehingga terbebas dari virus, " imbuhnya.

Keluhan masalah seksual
Selama masa pembatasan sosial beberapa bulan ini, dokter Binsar juga menerima banyak konsultasi terkait masalah kehidupan seksual pasutri.

"Kalau perempuan umumnya mengeluh soal gangguan libido. Bisa jadi selama WfH banyak stres karena harus mengurus  rumah tangga, pekerjaan kantor dan juga mengurus anak, " jelasnya.

Edukasi: Fakta Banyak Pria Memijat Agar Ukuran Mr P Besar, Eh Risikonya Malah Fatal

Sementara untuk laki-laki, kata dr. Binsar, umumnya mengeluh soal disfungsi ereksi.

"Mungkin karena stres juga karena dampak ekonomi dari Covid-19. Apalagi bagi pria 45 tahun ke atas, ada masalah sedikit dari luar pun menyebabkan disfungsi ereksi," paparnya.

Untuk mengatasi masalah ereksi ini, dr. Binsar menganjurkan pasutri untuk menerapkan pola hidup sehat mulai dari makanan bergizi, tidur yang cukup dan olahraga teratur.

Nasihat Dokter Naek L Tobing Semasa Hidup, Jangan Bangga Punya Anak Lelaki Gendut? Pasti Mikro-MrP

"Disfungsi seksual ini sebenarnya terminal (masalah terakhir) dari gangguan dalam tubuh manusia seperti masalah metabolisme, kerusakan pembuluh darah hingga menurunnya hormon dalam tubuh," jelasnya.

Jika disfungsi seksual ini mengganggu hubungan pasutri, dr.Binsar menyarankan untuk konsultasi ke dokter.

"Jangan takut, malu atau gengsi untuk konsultasi ke dokter karena itu akan mempengaruhi kebahagiaan Anda dan pasangan," sarannya.

Disfungsi ereksi tak hanya terjadi pada wanita, namun pria pun juga mengalami hal ini.

Terkadang banyak pria tak menyadari bila dirinya mengalami disfungsi ereksi, meski kondisi merasa sehat dan tidak mengalami gangguan.

Medical Sexologies Dokter Binsar Martin Sinaga FIAS mengatakan, disfungsi ereksi adalah sesuatu gangguan ereksi.

Di mana disfungsi ereksi bisa terjadi akibat dua faktor. Faktor pertama yaitu akibat pembuluh darah yang bermasalah dan hormon testosteron.

Edukasi: Data Kedokteran Sebut 8 dari 10 Istri Tidak Puas saat Berhubungan Intim dengan Suami

Edukasi - Inilah Standar Ukuran Ideal Mr-P Anak Anda agar Dianggap Normal oleh Dokter, Cek Ya

Dalam ilmu Sexologies kekerasan atau erection hardness score terdapat empat grade, derajat paling rendah yaitu hanya membesar namun tidak cukup keras, sehingga hal ini memungkinkan mengalami kesulitan penestrasi. 

"Nah ini yang sering kali dikeluhkan oleh rumah tangga dan ibu rumah tangga," kata Dr Binsar Martin Sinaga saat live streaming di akun instagram wartakotalive.com, Kamis (18/6/2020).

Lalu, ereksi kedua yaitu kondisi penis sudah cukup besar dan keras.

Mantan Fisioterapi Timnas Indonesia Sebut Kesadaran Pemain dengan Fisioterapi sudah Meningkat

Cegah Penularan Covid-19, Satpol PP Kota Tangsel Segel Tempat Wisata Dadakan Situ Lengkong

Sedangkan derajat ketiga cukup bagus karena penis sudah dapat digunakan untuk penestrasi, dan terakhir kondisi penis benar-benar dalam keadaan sempura, keras dan dapat digunakan untuk penestrasi.

Faktor seksualitas di Indonesia, memang sering kali tak terlepas dengan mitos-mitos yang beredar, seperti halnya salah satunya yaitu mengenai ukuran menentukan kepuasan. Binsar Martin justru menepis mitos tersebut.

Masih di Malang, Ini Aktivitas Kiper Persita Tangerang Annas Fitranto di Masa Pandemi

Warganet Ditangkap Gara-gara Unggah Celoteh Gus Dur, Ini Pendapat Pakar Psikologi Forensik

Ia beranggapan jika ukuran sebagai faktor kepuasan merupakan pemikiran yang salah besar, sebab klitoris pada wanita sebagai pusat rangsang wanita, itu ada dibagian depan sedangkan bagian dalam merupakan jaringan ikat.

Sehingga banyak orang beranggapan jika semakin besar penis maka akan menentukan orgasme pada pasangan saat melakukan penestrasi. Padahal yang benar adalah sejauh mana ereksi penis itu terjadi.

"Banyak mitos diluaran sana berkata ukuran menentukan. Itu salah, sebab didalam hubungan seksual kekerasan itu akan membuat orgasme pada wanita," katanya.

Atas kondisi ini, Dr Binsar menyampaikan diharapkan ereksi pada usia 45 tahun keatas berada di derajat 3 dimana ereksi penis cukup bagus dan dapat melakukan penestrasi. Sedangkan usia 45 tahun kebawah berada di derajat 4 dimana penis ereksi dalam keadaan sempurna.

Dokter Binsar Martin Sinaga FIAS adalah medical sexologiest. Ia anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Depok, Jawa Barat dan anggota FIAS (Fellow Indonesian Association Sexologist).

Dr Binsar yang berpraktik di Sex and Men's Health Clinic Raditya Medical Centre di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat untuk menangani gangguan seksual, masalah infertilitas pria dan micropenis. Konsultasi jarak jauh dapat melalui Whatsapp ke nomor 0813 - 8231-7586

Umumnya, gangguan seksual pria terdiri atas aantara lain gangguan libido/dorongan seksual lalu gangguan ereksi sampai gangguan ejakulasi. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved