Nabung 8 Tahun, Narfasan 4 Kali Gagal Berangkat Haji
Nabung 8 Tahun Narfasan 4 Kali Gagal Berangkat Haji. Simak kisah selengkapnya di dalam berita ini.
"Saya sudah bikin paspor. Sudah ikut bimbingan haji juga. Malah kemarin syukuran potong kambing mau berangkat haji. Tapi gagal," tutur Narfasan tampak murung.
Narfasan berharap agar permasalahan ini dapat segera teratasi. Dan dirinya bisa berangkat ke tanah suci.
"Kalau pandemi sudah enggak ada, ya saya tetap mau ikut ibadah haji. Soalnya umur juga kan sudah tua, semoga diprioritaskan untuk berangkat," bilangnya.
• Moeldoko: Masyarakat Mulai Tidak Waspada Lagi, di Pasar Seolah-olah Tidak Ada Lagi Covid-19
Petani
Narfasan kesehariannya hidup sebagai petani. Namun di usianya yang sudah senja, ia lebih sering berada di rumah.
"Saya petani padi, sudah enggak boleh bertani lagi sama anak - anak karena sudah tua. Tapi kalau iseng - iseng ya mendingan main ke sawah," bebernya.
Lelaki berumur 90 tahun ini mempunyai 6 anak. Dan dianugrahi 7 cucu.
Dia tinggal bersama anak dan cucunya di rumah. Istrinya bernama Saenin (75) kerap menemaninya.
• Dituding Andre Rosiade Incar Jatah BUMN, Adian Napitupulu: Energinya Berlebih, Awasi PSK Hingga Hati
Rumahnya tampak sederhana. Selain bertani, anak Narfasan juga berjualan kecil - kecilan.
Anak pertamanya bernama Nursani (41) dagang sembako di rumahnya itu. Nursani ini lah yang mengongkosi Narfasan untuk berangkat ibadah haji.
"Saya ikut ibadah haji dibayarin anak. Anak saya nabung dari tahun 2013. Nabung sudah 8 tahun untuk berangkatin saya ikut ibadah haji," terang Narfasan.
Tabungan
Muhamad Nursani anak sulung dari Narfasan mengumpulkan uang sudah 8 tahun. Nursani menabung agar ayahnya ini bertolak ke tanah suci.
"Daftar haji tahun 2013 karena baru punya uangnya di tahun itu," jelas Nursani.
Dirinya mendaftar ke lembaga keberangkatan haji di Martanegara, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Narsani pun merinci kocek yang dikeluarkan dalam membayar ibadah haji ini.
• Realisasi Sepuluh Unggulan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY Luncurkan Demokrat Newsletter