Rabu, 22 April 2026

Banjir Tangerang

Banjir Keranggan Tangsel Bisa 2 Meter, Sampah dan Penyempitan Kali Jadi Penyebab

Banjir di Keranggan Tangsel dipicu sampah dan penyempitan kali, ketinggian air disebut bisa mencapai 2 meter.

Warta Kota/Ikhwana Mutuah Mico
BANJIR TANGSEL - Pilar Saga Ichsan menyebut banjir di Keranggan, Tangsel, tak hanya disebabkan drainase dan penyempitan kali, tetapi juga perilaku warga yang membuang sampah ke saluran air 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Banjir yang kembali merendam kawasan Keranggan, Setu, Kota Tangerang Selatan, dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari sampah yang menyumbat drainase hingga penyempitan aliran kali.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyoroti perilaku masyarakat dalam membuang sampah sebagai salah satu penyebab utama banjir.

Saat meninjau lokasi, ia menemukan banyak saluran air tersumbat oleh sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan.

“Tolong jangan buang sampah ke saluran air, karena itu salah satu penyebab utama penyumbatan yang bikin air cepat naik,” ujar Pilar, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Banjir Keranggan Tangsel Belum Tuntas, Tanggul dan Turap Baru Tak Mampu Bendung Banjir 2 Meter

Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.

Meski perbaikan infrastruktur seperti normalisasi dan pembangunan turap terus dilakukan, peran masyarakat tetap menjadi kunci.

“Intinya harus ada kerja sama. Pemerintah memperbaiki, masyarakat juga harus menjaga,” katanya.

Di sejumlah titik, terlihat saluran air dipenuhi sampah plastik, dedaunan, hingga limbah rumah tangga, yang membuat kapasitas drainase menurun drastis saat hujan deras.

Akibatnya, air cepat meluap dan merendam permukiman warga.

Menurutnya, persoalan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Meski perbaikan infrastruktur seperti normalisasi dan pembangunan turap terus dilakukan, peran masyarakat tetap menjadi kunci dalam pencegahan banjir.

Pilar menegaskan pemerintah kota saat ini tengah berupaya memperbaiki sistem drainase dan memastikan aliran air berjalan tanpa hambatan.

Baca juga: Pemkot Jaksel Siapkan OTT Buang Sampah, Pengerukan Kali Krukut Dikebut Tekan Banjir

Namun, upaya tersebut akan sia-sia jika kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi.

“Intinya harus ada kerja sama. Pemerintah memperbaiki, masyarakat juga harus menjaga,” kata Pilar.

Di sejumlah titik yang ditinjau, terlihat kondisi saluran air yang dipenuhi sampah plastik, dedaunan, hingga limbah rumah tangga lainnya.

Kondisi ini membuat kapasitas drainase menurun drastis, terutama saat hujan deras mengguyur.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved