Breaking News:

Kolom Trias Kuncahyono

Menanti Tatanan Dunia Baru

Akan menjadi seperti apa dunia setelah pandemi Covid-19, nanti? Apakah tidak akan muncul gelombang kedua bahkan ketiga seperti halnya flu Spanyol?

Istimewa
Ilustrasi Black Death 

WARTAKOTALIVE.COM - Akan menjadi seperti apa dunia setelah pandemi Covid-19, nanti?

Pertanyaan tersebut kini mulai menggedor-nggedor pikiran banyak orang, tidak hanya para cerdik-cendikia, para pemimpin negara, para politisi, tetapi juga rakyat biasa.

Meskipun, tidak seorang pun berani dan bisa memastikan, kapan pandemi Covid-19 ini akan sungguh-sungguh berakhir.  

Pertanyaan lain  adalah sampai kapan kondisi seperti sekarang ini berlangsung?

Apakah tidak akan muncul gelombang kedua bahkan ketiga seperti halnya “The Great Influenza Pandemic” yang lebih dikenal sebagai Flu Spanyol atau “La Grippe.”  

 BREAKING NEWS: DKI Ubah Sif Kerja Pegawai Perkantoran dengan Jeda Waktu Tiga Jam

 BREAKING NEWS: Patung Penemu Benua Amerika Christopher Columbus di Minnesota Dirobohkan

 Warga DKI Kaget, Kawasan Stasiun Tanah Abang Jadi Lebih Tertata Setelah Jadi Kawasan TOD

Menurut catatan Flu Spanyol menyapu dunia dalam tiga gelombang: pertama pada musim semi 1918, kedua dan sangat mematikan mulai September 1918 hingga Februari 1919, dan ketiga masih pada tahun 1919 ;bahkan beberapa negara mengalami gelombang keempat pada tahun 1920 (Robert J. Barro ,José F. Ursúa, dan Joanna Weng; 2020).

Sapuan tiga gelombang di sekitar 48 negara itu, menewaskan antara 50 juta hingga 100 juta  orang atau sekitar 2,1 persen penduduk dunia (setara dengan 220 juta hingga 430 juta orang pada zaman sekarang bila dibandingkan dengan jumlah penduduknya).

Gelombang pertama dan kedua terjadi berbarengan dengan tahun akhir PD I, sehingga, pesebaran flu makin luas, karena dibawa tentara yang pulang ke negerinya masing-masing.

Sejumlah tokoh terkenal menjadi korban Flu Spanyol itu. Mereka antara lain, sosiolog kondang Max Weber, seniman lukis asal Austria Gustav Klimt dan protégé (anak didik) dari Gustav Klimt yakni Egon Schiele, Frederick Trump, kakek dari Presiden Donald Trump.

 Pengusaha Ini Dapat Kiriman Paket Lewat Ojol Berupa Tengkorak Manusia Berceceran Cairan Mirip Darah

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved