Virus Corona
Ini Tiga Hal yang Disiapkan Pemerintah Hadapi Kemungkinan Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membeberkan strategi pemerintah dalam menghadapi kemungkinan gelombang kedua pandemi Covid-19 di Indonesia.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membeberkan strategi pemerintah dalam menghadapi kemungkinan gelombang kedua pandemi Covid-19 di Indonesia.
Menurut Moeldoko, langkah pertama yang disiapkan adalah melakukan tes laboratorium atau tes Polymerase Chain Reaction (PCR) sampel Covid-19 sebanyak-banyaknya.
Bahkan, Moeldoko menyebut pemerintah akan menargetkan uji spesimen sampel Covid-19 sebanyak 30 ribu per hari.
• Dasar Vonis Bukan Tuntutan, Hakim Bisa Berikan Hukuman Setimpal kepada Penganiaya Novel Baswedan
Hal itu disampaikan Moeldoko saat diskusi Government Roundtable Series 1: Komunikasi Publik di Era Digital secara daring, Senin (15/6/2020).
"Pemerintah menyiapkan lab test, tadinya pemerintah, Pak Presiden targetnya 10 ribu, sekarang 30 ribu dalam satu hari."
"Untuk tes labnya yang tadinya kita menuju 10 ribu agak kesulitan, tapi sekarang sudah 14 ribu, 15 ribu ya, makin bagus. Jadi target kita nanti 30 ribu," tutur Moeldoko.
• Survei BPS: Wanita Lebih Patuh Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19, Pria Cuma Paham Jaga Jarak
Moeldoko menilai, tes laboratorium secara masif ini guna mengetahui kecepatan wabah serta epidemiologinya seperti apa.
Kesiapan kedua, kata Moeldoko, pemerintah akan melakukan tracing terhadap kasus-kasus posotif Covid-19 secara masif.
Hal tersebut dilakukan secara intensif agar paham betul penyebaran oleh siapa, kepada siapa, daerah mana, dan kecenderungan akan ke mana.
• Indonesia Paling Depan Suarakan Kesetaraan Akses Terhadap Vaksin Covid-19 Jika Sudah Ditemukan
Ia mencontohkan bagaimana tracing yang dilakukan kepada jemaah tablig akbar di Gowa menunjukkan kontribusi penyebaran Covid-19 yang luar biasa.
"Kita paham tentang itu. Sehingga memahami klaster-klaster itu dengan baik agar kalau terjadi sesuatu kita bisa mengisolated," jelasnya.
Kesiapan pemerintah yang ketiga adalah menyediakan lokasi isolasi yang ketat bagi pasien positif Covid-19 untuk menjalani karantina kesehatan.
• Laode M Syarif: Bukan Hal Sulit Merumuskan Tuntutan yang Memenuhi Rasa Kemanusiaan dan Keadilan
Ia mencontohkan bagaimana Jakarta dan Jawa Timur yang perlu lokasi isolasi memadai, karena daerah tersebut menjadi episentrum penyebaran Covid-19.
"Nanti disiapkan, di Jawa Timur disiapkan tepat-tempat baru untuk penampungan isolasi."
"Di Jakarta juga disiapkan tempat dari isolasi. Itu semuanya disiapkan apabila terjadi ancaman gelombang kedua."
• PSBB Tangerang Raya Diperpanjang Sampai 28 Juni 2020, Ini Penyebabnya
"Jadi telah disiapkan oleh pemerimtah bagaimana menyiapkan infrastruktur kesehatan, menyiapkan tenaga medisnya."
"Manusianya juga keterlibatan TNI-Polri," terangnya.
Per Senin (15/6/2020), kasus konfirmasi positif Covid-19 menjadi total 39.294, setelah ada penambahan 1.017 orang.
• Pilkada di Tengah Pandemi, Kertas Suara Bakal Disemprot Disinfektan, Mencoblos Pakai Sarung Tangan
Pasien sembuh menjadi 15.123, setelah ada penambahan sebanyak 592 orang. Sedangkan kasus meninggal menjadi 2.198 dengan penambahan 64 orang.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 14 Juni 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 8.978 (23.5%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 7.793 (20.4%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus: 2.840 (7.4%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus: 2.604 (6.8%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus: 2.059 (5.4%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus: 1.887 (4.9%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 1.396 (3.6%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 1.249 (3.3%)
BANTEN
Jumlah Kasus: 1.240 (3.2%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 915 (2.4%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus: 872 (2.3%)
BALI
Jumlah Kasus: 741 (1.9%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus: 681 (1.8%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 658 (1.7%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 586 (1.5%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 421 (1.1%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus: 378 (1.0%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 310 (0.8%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 283 (0.7%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus: 269 (0.7%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 268 (0.7%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 239 (0.6%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 208 (0.5%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 185 (0.5%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 170 (0.4%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 170 (0.4%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 166 (0.4%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 144 (0.4%)
RIAU
Jumlah Kasus: 125 (0.3%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 108 (0.3%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 108 (0.3%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 101 (0.3%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 98 (0.3%)
ACEH
Jumlah Kasus: 27 (0.1%). (Fransiskus Adhiyuda)