Virus Corona

Ini Tiga Hal yang Disiapkan Pemerintah Hadapi Kemungkinan Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membeberkan strategi pemerintah dalam menghadapi kemungkinan gelombang kedua pandemi Covid-19 di Indonesia.

TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/5/2019). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membeberkan strategi pemerintah dalam menghadapi kemungkinan gelombang kedua pandemi Covid-19 di Indonesia.

Menurut Moeldoko, langkah pertama yang disiapkan adalah melakukan tes laboratorium atau tes Polymerase Chain Reaction (PCR) sampel Covid-19 sebanyak-banyaknya.

Bahkan, Moeldoko menyebut pemerintah akan menargetkan uji spesimen sampel Covid-19 sebanyak 30 ribu per hari.

Dasar Vonis Bukan Tuntutan, Hakim Bisa Berikan Hukuman Setimpal kepada Penganiaya Novel Baswedan

Hal itu disampaikan Moeldoko saat diskusi Government Roundtable Series 1: Komunikasi Publik di Era Digital secara daring, Senin (15/6/2020).

"Pemerintah menyiapkan lab test, tadinya pemerintah, Pak Presiden targetnya 10 ribu, sekarang 30 ribu dalam satu hari."

"Untuk tes labnya yang tadinya kita menuju 10 ribu agak kesulitan, tapi sekarang sudah 14 ribu, 15 ribu ya, makin bagus. Jadi target kita nanti 30 ribu," tutur Moeldoko.

Survei BPS: Wanita Lebih Patuh Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19, Pria Cuma Paham Jaga Jarak

Moeldoko menilai, tes laboratorium secara masif ini guna mengetahui kecepatan wabah serta epidemiologinya seperti apa.

Kesiapan kedua, kata Moeldoko, pemerintah akan melakukan tracing terhadap kasus-kasus posotif Covid-19 secara masif.

Hal tersebut dilakukan secara intensif agar paham betul penyebaran oleh siapa, kepada siapa, daerah mana, dan kecenderungan akan ke mana.

Indonesia Paling Depan Suarakan Kesetaraan Akses Terhadap Vaksin Covid-19 Jika Sudah Ditemukan

Ia mencontohkan bagaimana tracing yang dilakukan kepada jemaah tablig akbar di Gowa menunjukkan kontribusi penyebaran Covid-19 yang luar biasa.

"Kita paham tentang itu. Sehingga memahami klaster-klaster itu dengan baik agar kalau terjadi sesuatu kita bisa mengisolated," jelasnya.

Kesiapan pemerintah yang ketiga adalah menyediakan lokasi isolasi yang ketat bagi pasien positif Covid-19 untuk menjalani karantina kesehatan.

Laode M Syarif: Bukan Hal Sulit Merumuskan Tuntutan yang Memenuhi Rasa Kemanusiaan dan Keadilan

Ia mencontohkan bagaimana Jakarta dan Jawa Timur yang perlu lokasi isolasi memadai, karena daerah tersebut menjadi episentrum penyebaran Covid-19.

"Nanti disiapkan, di Jawa Timur disiapkan tepat-tempat baru untuk penampungan isolasi."

"Di Jakarta juga disiapkan tempat dari isolasi. Itu semuanya disiapkan apabila terjadi ancaman gelombang kedua."

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang Sampai 28 Juni 2020, Ini Penyebabnya

"Jadi telah disiapkan oleh pemerimtah bagaimana menyiapkan infrastruktur kesehatan, menyiapkan tenaga medisnya."

"Manusianya juga keterlibatan TNI-Polri," terangnya.

Per Senin (15/6/2020), kasus konfirmasi positif Covid-19 menjadi total 39.294, setelah ada penambahan 1.017 orang.

Pilkada di Tengah Pandemi, Kertas Suara Bakal Disemprot Disinfektan, Mencoblos Pakai Sarung Tangan

Pasien sembuh menjadi 15.123, setelah ada penambahan sebanyak 592 orang. Sedangkan kasus meninggal menjadi 2.198 dengan penambahan 64 orang.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 14 Juni 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 8.978 (23.5%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 7.793 (20.4%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 2.840 (7.4%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 2.604 (6.8%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 2.059 (5.4%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 1.887 (4.9%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 1.396 (3.6%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 1.249 (3.3%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 1.240 (3.2%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 915 (2.4%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 872 (2.3%)

BALI

Jumlah Kasus: 741 (1.9%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 681 (1.8%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 658 (1.7%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 586 (1.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 421 (1.1%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 378 (1.0%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 310 (0.8%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 283 (0.7%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 269 (0.7%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 268 (0.7%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 239 (0.6%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 208 (0.5%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 185 (0.5%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 170 (0.4%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 170 (0.4%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 166 (0.4%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 144 (0.4%)

RIAU

Jumlah Kasus: 125 (0.3%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 108 (0.3%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 108 (0.3%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 101 (0.3%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 98 (0.3%)

ACEH

Jumlah Kasus: 27 (0.1%). (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved