Rabu, 22 April 2026

Berita Daerah

Dililit Utang, Polisi di Tebing Tinggi, Sumatera Utara Bunuh Diri dengan Pistol

Ternyata motif Bripka Mangara Alva Pasaribu (36), karena terlilit utang dan tak sanggup membayarnya

Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
ILUSTRASI Bunuh diri 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Alasan anggota Polsek Rambutan, Tebing Tinggi, Sumatera Utara yang bunuh diri dengan pistolnya dapat diketahui.

Ternyata motif Bripka Mangara Alva Pasaribu (36), karena terlilit utang dan tak sanggup membayarnya.

“Motifnya karena banyak utang, kemudian tak sanggup melakukan pembayaran kemudian depresi,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan ketika dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (11/6/2020) siang.

Diketahui korban selama ini memiliki kecenderungan tertutup. Sebelum melakukan bunuh diri, adik korban sempat mencoba menenenangkan Mangara namun tidak berhasil.

Tanggapi Dakwaan 1 Tahun Penyiram Air Keras NB, Bambang Widjojanto: Keadilan Sedang Dirobek-robek

Korea Utara: AS Tak Usah Ikut Campur Urusan Korut Vs Korsel jika Ingin Pilpres Berjalan Lancar

KPU Kota Tangsel Sebut Rapid Test Penyelenggara Ad Hoc Masih Rencana

Anies Serukan Lima Prinsip Seruan ini, untuk Warganya dalam Pencegahan Covid-19

Bripka Mangara Alva Pasaribu (36), warga Jalan Sei Beringin, Kelurahan Tebing Tinggi Lama, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi  bunuh diri dengan pistolnya.

Aksi bunuh diri itu tersebut terjadi di depan adik korban bernama Ronal Nikson Pasaribu (33).

Sebelum kejadian sang adik diminta ibunya untuk datang dan melihat abangnya yang mengunci diri di kamar dan menyatakan mau minum racun.

Setelah Ronal tiba, Mangara sempat membuka pintu kamar dan bersedia bertemu sang adik.

Ketika itu, dia sedang berada di sudut kamar sedang mempersiapkan peluru dan mengarahkan laras senjata api ke dagunya.

Ronal membujuk abangnya, namun Mangara menyuruhnya pergi. Sempat terdengar suara tarikan pelatuk namun tidak diikuti letusan.

Adiknya kembali mencoba membujuk korban lagi, namun korban langsung menarik pelatuk senpi miliknya dan terdengar suara ledakan.

Ronal kemudian meminta tolong kepada masyarakat sekitar. Namun, Mangara telah meninggal dunia.

Tak lama berselang tim dari Polres Sergai dan Polres Tebing Tinggi tiba di lokasi, melakukan olah TKP dan menyelidiki motif korban bunuh diri.

Kontak bantuan Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved