Breaking News:

Krisis Semenanjung Korea

Korea Utara: AS Tak Usah Ikut Campur Urusan Korut Vs Korsel jika Ingin Pilpres Berjalan Lancar

Aksi Korut memutuskan saluran komunikasi dengan Korsel menuai reaksi AS. Namun Pyongyang memperingatkan agar Washingtong tak usah ikut campur.

STR/KCNA VIA KNS/AFP
Foto yang diambil pada 7 Juni 2020 dan dirilis oleh media resmi pemerintah Korean Central News Agency (KCNA) pada 8 Juni 2020 ini memperlihakan senyum lebar Pemimpin Korut Kim Jong Un saat memimpin meeting ke-13 Political Bureau. 

WARTAKOTALIVE.COM, PYONGYANG - Sebuah peringatan untuk Amerika Serikat (AS) dilontarkan oleh Korea Utara (Korut), Kamis (11/6/2020).

Peringatan Korut itu disampaikan kepada Washington lantaran ikut mengkritisi keputusannya memutus saluran komunikasi dengan Seoul.

Pyongyang, seperti dilansir AFP, memperingatkan Washington agar tidak ikut campur dalam hubungan Korea Utara- Korea Selatan jika ingin pemilu presiden AS berjalan lancar.

Muncul Tanpa Masker saat Pimpin Rapat, Kim Jong Un Tampak Sumringah, Klaim Tak Ada Kasus Covid-19

Kim Jong Un Tak Ada Kabar, Jika Sampai Adiknya, Kim Yo Jong Tampil di TV Berarti Ada Masalah Serius

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kantor berita KCNA, seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam sikap AS yang kerap 'merugikan pihak Korut dari belakang' sebagai sikap yang 'menjijikkan'.

Washington diperingatkan untuk 'tidak bicara dan ikut campur lebih dahulu dalam hubungan internal antar Korea' ungkap Kwon Jong Gun, Direktur Jenderal dari Departemen Humas AS, jika ingin menghindari ketegangan dan memastikan kelancaran pemilu presiden AS pada November mendatang.

5 Fakta Pertemuan Kedua Donald Trump-Kim Jong Un soal Denuklirisasi yang Tak Hasilkan Apapun

Lokasi Pertemuan Donald Trump-Kim Jong Un, AS Pilih Singapura Korut Pilih Mongolia, Ini Alasannya

Foto yang diambil pada 7 Juni 2020 dan dirilis oleh media resmi pemerintah Korean Central News Agency (KCNA) pada 8 Juni 2020 ini menunjukkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (berbaju putih) tengah memimpin meeting ke-13 Political Bureau.
Foto yang diambil pada 7 Juni 2020 dan dirilis oleh media resmi pemerintah Korean Central News Agency (KCNA) pada 8 Juni 2020 ini menunjukkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (berbaju putih) tengah memimpin meeting ke-13 Political Bureau. (STR/KCNA VIA KNS/AFP)

Pertemuan Kim Jong Un-Donald Trump

Ancaman implisit itu disampaikan satu hari sebelum peringatan dua tahun pertemuan antara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura, di mana dua pemimpin itu bertatap dan berjabat tangan untuk pertama kalinya.

Negosiasi tentang program nuklir Korea Utara telah menemui jalan buntu sejak gagalnya pertemuan kedua Trump dan Kim di Hanoi tahun lalu.

Usai Pakar analis menyebutkan pihak Pyongyang tidak mengambil langkah-langkah substantif untuk menyerahkan senjata tapi kebuntuan itu membuat mereka frustrasi atas kurangnya konsesi.

Ditambah dengan adanya aktivitas pembelot dan aktivis di perbatasan Korea Selatan-Korea Utara yang menyebar pesan propaganda anti-Kim atau anti Pyongyang.

Hal itu mengubah kemarahan Pyongyang terhadap Seoul daripada Washington, dengan sikap Korut yang melakukan serangkaian tes senjata dalam beberapa bulan terakhir.

Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved