KCI Tambah Kapasitas Penumpang di Setiap Kereta Rel Listrik
Batasan kapasitas penumpang ini lebih besar dibanding pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) waktu itu yang hanya 60 orang setiap kereta.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menetapkan jumlah penumpang setiap kereta menjadi 35 persen sampai 40 persen dari kapasitas.
Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti mengatakan, sejak Senin (8/6) pihaknya telah menetapkan jumlah penumpang menjadi 47 orang setiap kereta. Batasan kapasitas penumpang ini lebih besar dibanding pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) waktu itu yang hanya 60 orang setiap kereta.
“Penambahan batasan kapasitas untuk KRL Jabodetabek sebagai kereta api perkotaan mulai 8 Juni 2020 telah diizinkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 tahun 2020,” kata Wiwik berdasarkan keterangan yang diterima pada Rabu (10/6/2020).
• Dokter Reisa Sarankan Ganti Masker Setelah Empat Jam Pemakaian, Segera Ganti Apabila Sudah Lembab
• Hanya Kenal Begitu Saja, Lia Ladysta Tegaskan Tidak Ada Niat Menjatuhkan Nama Baik Syahrini
• Ikut Yuk, PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride, Event Sepeda Virtual di Tengah Pandemi Covid-19
Wiwik mengatakan, payung hukum itu menjelaskan tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Sebelum menambah jumlah penumpang setiap kereta, PT KCI telah berkonsultasi dengan pemerintah demi memastikan terjaganya protokol kesehatan di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.
“Jadi untuk saat ini kami masih teruskan pembatasan kapasitas yang ada yaitu 35-40 persen atau sekitar 74 orang pada setiap kereta,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Wiwik tak menampik adanya antrean di sejumlah stasiun pada jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Sebab saat ini warga Jakarta tengah berada di masa PSBB transisi menuju Jakarta sehat, aman dan produktif.
“Dalam beberapa hari terakhir ini terdapat antrean pengguna untuk masuk stasiun pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Namun pengguna KRL semakin hari dapat mengikuti antrean ini dengan semakin tertib,” jelasnya.
Kondusif
KCI mencatat terjadi penambahan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line selama dua hari, yakni Senin (8/6/2020) sampai Selasa (9/6/2020). Adapun hari Senin (8/6/2020) merupakan hari pertama perkantoran di Jakarta diperbolehkan beroperasi saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
• Tak Begitu Kenal, Lia Ladysta Tegaskan Tak Ada Niat Jatuhkan Nama Baik Syahrini
• VIDEO: Pedangdut Lia Ladysta Tegaskan Tak Ada Niat Jatuhkan Nama Baik Syahrini
• Diperiksa Polisi, Lia Ladysta Bersikukuh Tak Ada Niat Jatuhkan Nama Baik Syahrini
Wiwik mengatakan, jumlah penumpang KRL pada Senin (8/6/2020) mencapai 300.029 orang, sedangkan pada Selasa (9/6/2020) ada 279.737 orang.
“Antrean pengguna masih ada terutama di sejumlah stasiun dengan volume pengguna tertinggi dan menjadi titik keberangkatan orang pada pagi maupun sore hari,” kata Wiwik.
Meski demikian, Wiwik mengklaim penumpang kereta mengikuti atruan yang ada dengan tetap menjaga jarak aman, memakai masker dan tidak berbicara saat berada di kereta. Pada Rabu (10/6/2020) pagi, situasi seluruh stasiun KRL Commuter Line terpantau kondusif.
Kata Wiwik, KCI terus memaksimalkan upaya menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di KRL Commuter Jabodetabek. Seluruh pengguna tetap diwajibkan menggunakan masker dan disarankan melengkapi dengan pelindung wajah (face shield).
• Dua Jam Jalani Pemeriksaan, Lia Ladysta Tidak Menyangka Laporan Syahrini Kembali Dilanjutkan Polisi
• Diduga Depresi, Pihak Panti Berencana Memeriksa Kejiwaan Wahati yang Melahirkan di Semak-semak
• Air Mata Nikita Willy Berderai Saat Ceritakan Keinginan Mendiang Ayahnya yang Belum Terkabul
Dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perkeretaapian nomor 14 tahun 2020 pengguna juga disarankan selalu menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket. Selanjutnya pengguna KRL juga wajib mengikuti pengukuran suhu tubuh, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum maupun sesudah naik KRL.
“Kini wastaftel tambahan selain yang ada di dalam toilet sudah tersedia di seluruh stasiun KRL Jabodetabek. Bahkan jumlahnya masih akan kami tambah,” ujar Wiwik.