Breaking News:

PSBB Bodebek

Pengelola Mal di Depok Wajib Siapkan Petugas Khusus untuk Evakuasi Pengunjung yang Mendadak Sakit

Salah satu yang harus disiapkan adalah standar protokol kesehatan berupa pengaturan jarak fisik, penyediaan hand sanitizer, dan pengecekan suhu tubuh.

Warta Kota/Alex Suban
Peserta mengikuti pelatihan mengampelas kayu di Ruang Karya di Code Margonda, Mal Depok Town Square, Kota Depok, Selasa (8/5/2018). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok mensyaratkan kepada para pengelola pusat perbelanjaan untuk menyiapkan protokol kesehatan bila kembali beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu yang harus disiapkan adalah standar protokol kesehatan berupa pengaturan jarak fisik, penyediaan hand sanitizer, dan pengecekan suhu tubuh.

Namun, selain itu pengelola juga diwajibkan untuk menyiapkan petugas khusus sebagai bentuk antisipasi bila adanya hal-hal yang tak diinginkan terjadi berkaitan dengan pandemi Covid-19.

 Baru Bebas dari Penjara Mapolrestabes Bandung, Ferdian Paleka: Lebih Betah di Dalem

 SIM Keliling Polda Metro Jaya akan Buka Setiap Hari dan Lebih Pagi, ini Jadwal dan Lokasinya

 Kuota Harian Habis, Ratusan Pemohon Pelayanan Publik di Polres Metro Depok Terpaksa Pulang

 Manfaatkan Rooftop Garden, Ustaz Yusuf Mansur Minta Kubah Masjid di Indonesia Dipotong

Mall Director Depok Town Square Sutikno mengatakan, sebelum kembali beroperasi, pihaknya sudah menyiapkan segala macam keperluan yang dibutuhkan demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung setianya.

"Kan banyak tuh (kejadian selama Covid-19), ngeri juga kalau ada yang pingsan tapi nggak ditangani, ditinggal gitu aja," papar Sutikno kepada wartawan seusai peninjauan Wali Kota Depok di Detos, Beji, Depok, Kamis (4/6/2020).

Sutikno juga mengaku, pihaknya telah memberikan pelatihan atau training kepada petugas keamanannya untuk dapat mengatasi hal-hal seperti itu disaat mal beroperasi.

Dikatakan Sutikno, pihaknya juga telah menyiapkan standar operasional prosedur terhadap langkah-langkah yang dilakukan sebagai antisipasi dalam penanganan Covid-19.

Diantaranya dengan menyiapkan ruang khusus untuk menempatkan bila ditemukannya orang yang mengalami gejala-gejala tertentu.

"Jadi, kita pikir kita siap dan sistemnya S.O.P nya ada ruang isolasi, nantinya setelah dari ruang isolasi akan dibawa ke rumah sakit. Nantinya petugas akan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap ya," kata Sutikno.

Persyaratan lain yang harus diikuti mal juga dikatakan Sutikno berkaitan dengan jumlah pengunjung setiap harinya.

"Dari hasil keputusan Pak Wali, (pengunjung) harus dibatasi dengan pengurangan sebanyak 35 persen dibandingkan hari-hari sebelum Covid-19ini," katanya.

 Adaptasi Kebiasaan Baru, Wali Kota Depok Melarang Anak Dibawah 12 Tahun dan Lansia Salat di Masjid

 Satu Korban Kebakaran di Tanjung Priok Positif Covid-19, 11 Warga Lainnya Langsung Isolasi Mandiri

 HOAKS Anies Perpanjang Penerapan PSBB Jakarta hingga 18 Juni 2020, ini Penjelasannya

Sebelum Covid-19 menyerang Indonesia, khususnya Depok, Sutikno mengaku mal yang berada di Jala Margonda Raya itu kerap didatangi pengunjung paling banyak sebesar 30-40 ribu orang.

"Kalau kita lihat kondisi kayak gini, bukan berarti pesimis, tapi rasanya nggak mungkin sampai membludak juga, tapi kita tetap melakukan sesuai arahan Pak Wali," katanya.

"Yang jadi konsen Pak Wali itu jumlah pengunjung yang nggak kekontrol tapi di Detos kita ada alat yang memberitahukan mengenai jumlah pengunjung berapa, jadi kalau sudah kelebihan akan merah," tambah Sutikno.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved