PSBB Jakarta

Diskotek dan Panti Pijat di DKI Akhirnya Boleh Beroperasi Kembali, Protokol Kesehatan Disiapkkan

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta sedang menyiapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diskotek dan panti pijat.

Kompas.com
Ilustrasi Suasana Diskotek Colosseum yang meraih penghargaan dan memicu kontroversi. Pemprov DKI akan kembali membuka tempat hiburan malam seperti diskotek namun dengan protokol kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta sedang menyiapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tempat hiburan malam (THM) seperti diskotek dan panti pijat.

Protokol disiapkan dengan menggandeng Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) dan sebagainya.

“Dalam menentukan protokol kesehatan kami sangat berhati-hati, dan jumlah pengunjung kemungkinan juga dibatasi (di setiap tempat hiburan),” kata Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia pada Rabu (3/5/2020).

Aktivitas Ekonomi Dibuka Kembali dengan New Normal, Pedagang Bersyukur Meski Omzet Turun 70 Persen

New Normal Aktivitas Ekonomi Kembali Dibuka, Wali Kota Bekasi: Wajib Perhatikan Protokol Kesehatan

Pemerintah Bakal Gunakan Dana Haji untuk Perkuat Rupiah, Fadli Zon : Nanti Uang Haji Hilang Melayang

Cucu mengatakan, protokol kesehatan yang akan diterapkan cukup banyak misalnya saling menjaga jarak (physical distancing), pengecekan suhu tubuh bagi setiap pengunjung, area wajib memakai masker dan sebagainya.

Salah satu pilihan alternatif yang digagas adalah menonaktifkan lantai dansa di setiap diskotek

“Itu salah satu alternatif saja yah, nanti kami akan lihat hasil keputusan dari kesehatan dan pelaku usaha. Pokoknya apapun yang mau dibuka, harus ada upaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19,” tambahnya.

Blokir Internet di Papua, PTUN Nyatakan Jokowi dan Menkominfo Melanggar Hukum, Wajib Minta Maaf

Dalam kesempatan itu, Cucu juga enggan membeberkan jenis pariwisata secara keseluruhan yang akan dibuka karena masih dibahas secara mendetail.

Dia berjanji, Pemprov DKI Jakarta akan menyampaikan jenis pariwisata yang dibuka bila konsep protokol pencegahan Covid-19 sudah matang.

“Semua masih dibahas, jadi saya nggak bisa umumkan dulu. Nanti akan diinformasikan,” ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menutup sekitar ribuan tempat pariwisata yang dikelola DKI dan perusahaan swasta.

VIDEO: 150 Pedagang Pasar Serdang Kemayoran Ikut Rapid Test Massal Covid 19

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved