Kerusuhan di AS
AMERIKA Diguncang Kerusuhan, Ini Permintaan Adele kepada Penggemar yang Ikut Aksi George Floyd
Adele mengunggah pesan di media sosial, Senin (1/6/2020), kepada penggemarnya yang melakukan aksi menyusul kematian George Floyd pada 25 Mei 2020.
Pernyataan Jordan ini muncul setelah banyak kota di AS dilanda kerusuhan setelah pembersihan jalan menghadapi kendali pecahan kaca dan mobil yang terbakar ketika jam malam gagal mencegah konfrontasi antara demonstran dan polisi.
• KABAR Gembira, Indonesia Siap Ikut Produksi Vaksin Covid-19 Bersama ASEAN dan China
Jordan, juara enam kali NBA yang menjadi jantung dari dinasti Chicago Bulls pada 1990-an, menyeru orang untuk menunjukkan kasih sayang dan simpati serta tidak mengalihkan perhatian dari kebrutalan yang tak berperasaan.
"Kami perlu meneruskan ungkap rasa penuh damai melawan ketidakadilan dan menuntut pertanggungjawaban," kata Jordan. "Suara bersatu kita perlu menekan para pemimpin kita untuk mengubah hukum kita atau kita yang menggunakan suara kita guna menciptakan perubahan yang sistemik."
"Setiap orang dari kita perlu menjadi bagian dari solusi dan kita harus bekerja sama dalam memastikan keadilan untuk semua orang."
Trump tidak akan ambil-alih Garda Nasional
Sebelumnya, Presiden Donald Trump tidak akan mengambil langkah dramatis pada saat ini dengan mengambil alih kendali Garda Nasional, kata penasihat keamanan nasionalnya pada Minggu ketika protes berkobar di kota-kota besar Amerika Serikat setelah kematian seorang pria kulit hitam tak bersenjata dalam tahanan polisi Minneapolis pekan lalu.
• Masuk Tahun Ajaran Baru dengan Normal Baru di Tengah Pandemi Covid-19, Indonesia Dinilai Siap
Sementara itu sejumlah media AS melaporkan bahwa Pasukan Pengamanan Presiden sempat mengungsikan Presiden Trump ke ruang bawah tanah Gedung Putih pada akhir pekan saat aksi protes di luar Gedung Putih memanas.
"Kami tidak akan melakukan federalisasi Garda Nasional saat ini. Tetapi, jika perlu, kami memiliki aset militer lebih lanjut yang dapat dikerahkan," kata Robert O'Brien kepada wartawan di Gedung Putih sebagaimana dikutip dari Reuters.
"Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan gubernur atau walikota untuk mengendalikan kota mereka."
Kerusuhan sipil meluas setelah kematian George Floyd pada Senin, yang ditunjukkan dalam video, kesulitan bernafas ketika seorang polisi kulit putih Minneapolis berlutut di lehernya.
• AKHIRNYA Dirut TVRI Iman Brotoseno Akan Nonaktifkan Akun Sosmednya, Ini Alasannya
Garda Nasional mengatakan pada Minggu bahwa 5.000 tentara dan penerbang telah diaktifkan di 15 negara bagian dan Washington, D.C., tetapi "negara bagian dan lembaga penegak hukum setempat tetap bertanggung jawab atas keamanan."
Langkah presiden untuk mengambil-alih pasukan Garda Nasional jarang terjadi, hanya terjadi sekitar 12 kali sejak pertengahan 1900-an, sebagian besar selama era Hak Sipil tahun 1960-an, menurut kantor pers Garda Nasional.
Pasukan Garda Nasional tidak dilibatkan dalam penanganan protes setelah kematian pria kulit hitam lainnya dalam beberapa tahun terakhir di Ferguson, Missouri, dan Baltimore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/adele-cium_20170314_071753.jpg)