Sebuah Masjid di Susukan, Ciracas, Jaktim Diduga Disemprot Air Keras oleh Orang tak Dikenal

Sartono menuturkan anggapan cairan yang digunakan menyemprot Masjid bukan disinfektan karena aromanya berbeda.

Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
(Ilustrasi) Armada Gunner Spray saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara masif di sejumlah jalan di Jakarta, Minggu (12/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebuah Masjid bernama Jami Uswatun Hasanan yang terletak di Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, diduga disemprot air keras oleh orang tak dikenal (OTK) yang menawarkan jasa penyemprotan disinfektan.

Kepala Rumah Tangga Dewan Kehormatan Masjid (DKM) Jami' Uswatun Hasanah, Sartono (53) mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (29/5/2020) siang lalu.

Dugaan berdasarkan sisa cairan kimian yang ditemukan pada Minggu (30/5/2020) lalu, saat warga melakukan kerja bakti.

"Cairannya pas dituang ke pasir mengeluarkan asap tebal. Karena kita orang awam jadi enggak tahu jenisnya, mikirnya air keras saja. Yang pasti cairan kimia," kata Sartono di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020).

Pria Bertato Kepulauan Indonesia Terekam sedang Hancurkan Bank di Kerusuhan AS, ini Pengakuannya

 Ditangkap Karena Kasus Narkoba, Ini Sosok Dwi Sasono, Aktor Sukses Bintangi 40 Film

 Ikut Upacara Melalui Video Conference, ini Arti Pancasila Bagi Anies Baswedan

Anggota DKM menuang cairan ke pasir karena curiga cairan tersebutlah yang digunakan menyemprot Masjid dua hari sebelumnya.

"Memang pas tanggal 29 itu selasar Masjid seperti disemprot sama orang luar, lantainya basah dan bau kimia. Disemprotnya bukan pakai disinfektan, cairan kimia lain," ujarnya.

Sartono menuturkan anggapan cairan yang digunakan menyemprot Masjid bukan disinfektan karena aromanya berbeda.

Pasalnya setiap dua pekan sekali DKM Jami' Uswatun Hasanah melakukan penyemprotan disinfektan sehingga hafal bau disinfektan.

"Dugaannya cairan sisa itu sama seperti yang dipakai nyemprot tanggal 29. Masalahnya kita enggak tahu siapa yang nyemprot. Pokoknya bukan dari warga atau Damkar," tuturnya.

Penyemprotan di Masjid Jami' Uswatun Hasanah pada Jumat (29/5/2020) pertama diketahui petugas keamanan Masjid.

Sekira pukul 08.30 WIB petugas keamanan mendapat laporan dari tetangganya pintu gerbang Masjid dalam keadaan terbuka.

 Akhirnya Polisi Derek Chauvin Didakwa Pembunuhan, Setelah Menindih Leher George Floyd hingga Tewas  

 Kisah Perjuangan Tirta ke Aceh di Tengah Pandemi, karena Sang Adik Meninggal,Prosesnya Melelahkan

 Masih Trending di Twitter Terkait Cuitannya, Dirut TVRI Imam Brotoseno Setiap Orang punya Masa Lalu

 Tidak Sanggup Bayar Iuran, BPJS Kesehatan Persilakan Peserta Kelas I dan II Turun Kelas

"Pas dicek petugas keamanan semua bagian selasar Masjid basah, bau cairan kimia juga. Tapi beda dengan cairan disinfektan yang biasa kita atau Damkar pakai," lanjut Sartono.

Belum diketahui pasti siapa yang menyemprot Masjid Jami' Uswatun Hasanah dengan cairan asam itu karena tak ada CCTV.

Warga setempat pun mengaku tak melihat adanya orang tak dikenal yang masuk ke Masjid Jami' Uswatun Hasanah saat kejadian.

"Tapi sekarang semua sudah selesai, enggak ada kerugian juga. Kita sudah lapor ke RT/RW, Bhabinkantibmas dan Babinsa untuk antisipasi. Sisa cairannya sudah dibuang," sambung dia. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved